Arema, Viking Akan Balas dengan Kreativitas

79

BANDUNG – Viking Persib Club (VPC) kecewa tim kesayangannya diserang oleh oknum Aremania usai bermain imbang 2-2 di Stadion Kanjuruan, Mingu (15/4) malam. Namun, mereka berjanji tak akan membalas perilaku yang serupa.

Stadion Kanjuruhan memang mendadak horor buat Persib. Laga belum sepenuhnya selesai, tiba-tiba beberapa Aremania turun langsung ke lapangan.

Mereka sebenarnya cuma ingin melampiaskan kekecewaan kepada manajemen Arema FC. Namun, Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomez justru mendapatkan lemparan yang membuat kepalanya berdarah.

Atas kejadian ini, VPC sendiri sangat menyayangkan. Apalagi, Persib sebenarnya sebagai tim tamu yang harusnya disambut dengan baik. ”Tapi mudah-mudahan tak ada pembalasan serupa. Balas dengan kreativitas suporter, dan Persib balas dengan prestasi,” bilang pentolan VPC, Yana Umar, saat dihubungi.

Sebenarnya, lanjut dia, pertandingan tersebut bukan rivalitas yang panas. Mungkin persaingan cuma ada di lapangan, tapi kejadian semalam sangat disayangkan.

”Kemarin itu berlebihan menurut saya. Walau panas di media sosial sebelum laga. Tapi harusnya di pertandingan ya biasa saja, kalau seperti itu sampai ada pelemparan dan suporter turun ke lapangan berlebihan,” tandas dia.

Sementara itu, pelatih kepala Persib Bandung Roberto Carlos Mario Gomez memastikan tidak ada pemain yang terluka dalam insiden kerusuhan suporter di Stadion Kanjuruhan.

Gomez memang mengalami luka di kepalanya, namun itu tidak masalah baginya. Menurutnya, kejadian tersebut kali pertama dialaminya selama menjabat sebagai pelatih di berbagai negara.

”Iya ini yang pertama kali, tapi tidak masalah. Itu memang tidak cukup bagus tapi tidak masalah. Yang menjadi masalah kami tidak suka kekerasan, karena ini sepakbola. Tidak ada (pemain terluka) karena kami bisa dengan cepat meninggalkan lapangan,” kata Gomez setiba di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, kemarin (16/4).

Lebih lanjut, Gomez kembali mengungkit hasil dalam pertandingan tersebut. Menurutnya, seharusnya Persib bisa membawa pulag poin penuh, bila saja wasit memberikan penalti saat Jonathan Bauman dilanggar di kotak 12 pas.

Gomez pun belum tahu bagaimana status pertandingan dengan skor 2-2 dan dihentikan wasit karena terjadi kerusuhan suporter tuan rumah yang masuk ke dalam lapangan Stadion Kanjuruhan. Dia menyerahkan sepenuhnya keputusan kepada Komisi Displin (Komdis) PSSI.

”Itu menjadi urusan komisi disiplin karena kemarin penonton masuk ke dalam dan itu bukan urusan kami. Karena sebelum pertandingan kita kehlilangan Supardi (Nasir) 4 pertandingan, dan kemarin semua orang bisa masuk ke lapangan dan itu sangat berbahaya,” jelas Gomez.

Pelatih asal Argentina ini tak mau memikirkan persoalan tersebut, dia menyerahkan keputusan kepada Komdis, dan tim Persib akan kembali fokus persiapan untuk laga berikutnya menjamu Borneo FC, Sabtu (21/4) mendatang.

”Itu menjadi masalah komisi disiplin dan bagi kami sekarang adalah mempersiapkan untuk pertandingan berikutnya melawan Borneo,” tuntas pelatih berusia 61 tahun ini. (ign)

1 KOMENTAR

  1. Salut dengan niat yang tulus dari Viking dan Bobotoh lainya…mari kita tunjukan bahwa kalian sudah bisa lebih dewasa dan beradab dalam memberikan suport kepada tim kesayanya…jangan balas dan tiru perbuatan yg mencerminkan suporter idiot dan kampungan.
    #bikinkoreo
    #hebohdanmensuport
    #lebihmantap

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here