TK Bunda Asuh Nanda Tampilkan Hasil Belajar Seni

7
TK Bunda asuh nanda
ANDY RUSNANDY/JABAR EKSPRES TAMPILKAN KESENIAN: Siswa TK Bunda Asuh Nanda Ujung Berung menampilkan tari Mbok Jamu di Graha Manggala Siliwangi.

jabarekspres.com, BANDUNG – Ratusan siswa siswi TK Bunda Asuh Nanda Kecamatan Ujung Berung tampil memukau dalam acara pembukaan Baby and Kids Expo 2017 di Graha Manggala Siliwangi, Kamis (7/9). Sekolah ini merupakan PAUD percontohan Holistik Integratif Berdimensi Sosial Budaya dan Ekonomi (HISBE) Kota Bandung.

Para siswa secara bergiliran tampil di panggung. Ada yang ikut fashion show, tari Polisi Lingkungan dan Warga (Polingga), menari ampar-ampar pisang, Mbok Jamu, Gending Parahyangan, Gundul-Gundul Pacul, dan diakhiri unjuk kabisa berbahasa Inggris.

Kepala Sekolah TK Bunda Asuh Nanda Tati Juati mengatakan, pihaknya setiap tahun diundang untuk mengisi kegiatan pembukaan expo tersebut. Dalam event itu pihaknya memperkenalkan hasil pembelajaran yang sudah diajarkan di sekolah, mengusung konsep HISBE. “Seperti budaya tari-tarian dan pakaian Sunda,” kata Tati kepada Jabar Ekspres.

Pembelajaran seni Sunda sudah rutin dilaksanakan di sekolah setiap harinya. Setiap tingkatan anak, tergantung usianya, berbeda-beda belajar keseniannya. Pada puncaknya, setiap Mei, bulan pendidikan nasional, semua siswa tampil serentak. “Sehingga jika ada undangan mendadak sekali pun, kita sudah siap tampil. Karena sudah terbiasa,” ujarnya.

Selain seni dan budaya, TK Bunda Asuh Nanda sudah memiliki program selama setahun ke depan. Pertama, pendidikan kesehatan. Program ini berupa sentra bermain peran. Sentra tersebut berupa poliklinik sehat. Di mana di sentra ini, siswa dibiasakan berperilaku hidup sehat.

“Cara menggosok gigi, dan cuci tangan. Bermain peran berangkat dan pulang sekolah, pakai baju sendiri, lepas baju sendiri, tidur siang, dan makan siang,” katanya.

Agar tidak satu arah, pihaknya juga mengedukasi orang tua siswa agar menerapkan hal serupa ketika anaknya berada di rumah. Saat anak ada di lingkungan rumah, orang tua wajib membiasakan anak berperilaku mandiri seperti yang sudah diajarkan di sekolah. “Orang tua wajib mendukung program ini,” tegasnya.

Kedua, pihaknya membuka sentra papasakan atau kelas memasak. Yakni memperkenalkan masakan khas Sunda seperti combro, surabi, katimus. Makanan ini dibuat di sekolah. Bahan-bahan makanan disediakan oleh siswa. Masing-masing kebagian menyediakan bahan hanya sedikit. Dikumpulkan jadi banyak.

“Bahan-bahan itu diolah oleh siswa. Misalnya bikin surabi. Anak-anak ikut numbuk beras. Program ini rutin setiap hari Rabu,” jelasnya.

Hasil dari pembuatan makanan ditawarkan kepada orang tua siswa untuk dibeli. Siswa sendiri yang belajar menjualnya. Uang dari penjualan dimasukkan ke kas untuk bulan berikutnya. Meski dana untuk program kelas memasak ini sudah ada dari yayasan dan BOP.

Sentra berikutnya yakni sehat lingkungan hidup. Yakni mengajarkan anak agar di rumahnya memiliki tanaman. Tanaman ini menghasilkan oksigen. Di sekolah, diterapkan melalui apotek hidup dan warung hidup.

Apotek hidup ini melibatkan orang tua. Sekolah menawarkan orang tua membawa tanaman untuk ditanam di pekarangan sekolah. Ada sirih, sada, dan lainnya. Siswa tinggal memeliharanya. Menyiramnya setiap hari. “Jika ada anak yang mimisan tinggal petik sirih. Jika ada yang sariawan, tinggal petik sada,” tuturnya.

Selanjutnya program sehat tanpa jentik nyamuk. Siswa diajarkan efek jika membiarkan sampah botol atau kaleng hingga tergenang air. Genangan itu dapat menimbulkan jentik nyamuk berbahaya dan bisa mendatangkan penyakit kepada manusia.

Ada juga program makanan bergizi. Karena keuangan terbatas, pihaknya bekerja sama dengan pendamping PAUD HISBE mencari kerja sama dengan pihak lain agar makanan penuh gizi tetap dapat disajikan di sekolah. “Siswa makan jam 11.00 WIB. Makanannya kami sediakan dan pastikan bergizi,” pungkasnya. (and)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here