Saber Pungli Kembali Bergerak Kedaerah

24
Saber Pungli
ERUS RUSTAMDI/JABAR EKSPRES
KOORDINASI DAERAH: Ketua Tim Supervisi Saber Pungli Provinsi Jawa Barat (Jabar) Komber Pol Yusri Yunus sedang berkomunikasi bersama Tim Saber Pungli dari Kabupaten Bandung untuk selalu berkoordinasi melakukan pencegahan Pungli.

jabarekspres.com, SOREANG – Untuk Pertama kali Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Provinsi Jawa Barat, melakukan kunjungan ke Kabupaten Bandung, guna memberikan supervisi terhadap pelaksanaan tugas.

Ketua Tim Kombes Pol Yusri Yunus yang juga sebagai Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat mengatakan, kunjungan tersebut merupakan yang pertama kalinya dilakukan Pemprov Jawa Barat, untuk penguatan tugas.

Menurutnya, dari hasi Operasi Tangkap Tangan (OTT) Timnya, Provinsi Jawa barat sudah melakukan 280 penindakan. Bahkanm angka tersebut adalah yang terbesar di Indonesia dari seluruh Provinsi.

“Ini angka terbesar di Indonesia. Namun dari sekian yang OTT, kita kualifikasi lagi, mana yang harus dilakukan pembinaan, penindakan atau yustisi. Apakah dibiarkan saja atau ada tindakan lainnya,” kata Yusril ketika ditemui kemarin, (13/11)

Menurutnya, kehadiran Tim Saber Pungli merupakan kebijakan pemerintah dalam melaksanakan reformasi di bidang hukum. Namun, akan dilakukan bertahap mulai dari pencegahan.

“Akurasi kita adalah ke pembinaan masyarakat, tapi kalo masih tidak berubah ya kita akan tindak hingga ke pemberian hukuman, supaya Jangan sampai tindakan pungki dilakukan lagi,”kata yusril

Dia menyatakan kesiapan timnya untuk mendukung seluruh pelaksanaan satgas Saber Pungli. Bukan saja regulasi, dukungan dari segi koordinatif tim saber bekerja sama dengan didaerah harus dikuatkan.

“Salah satunya untuk pengawalan dana desa. Sesuai arahan Presiden, kemarin Kapolda melakukan penandatangan kerjasama dengan Gubernur dan diteruskan kepada setiap kepala daerah,” tukasnya

Sementara, Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Yudhi Haryanto, yang juga sebagai Sekretaris Tim Satgas Saber Pungli Kabupaten Bandung menerangkan, saat ini sudah dilakukan sosialisasi mengenai pembinaan bagi masyarakat, terhadap hal apa saja yang menjadi potensi dan bagaimana penanganannya di lapangan.

“Dukungan Pemkab Bandung untuk meminimalisir  terjadinya praktek pungli di masyarakat salah satunya dengan sosialisasi dan penyebaran tentang pecegahan praktek pungli,”jelas dia.

Yudhi menandaskan, mengenai penempatan anggaran untuk operasional tugas, satgas Kabupaten Bandung mengalami kendala, apakah pengalokasiannya APBD atau hibah.

“Maka dari pertemuan ini saya harap diperoleh informasi dan pembinaan terhadap pelaksanaan Tim, bagaimanakah penganggaran, SOP dan persepsi mana yang pungli, grativikasi ataukah bukan, sementara sambil berjalan kita lakukan sosialisasi pencegahan,” kata Yudhi

Menanggapi hal tersebut, perwakilan dari Kejaksaan Tinggi Provinsi Jawa Barat Bidang pengawasan Hadi Prawoto mengungkapkan, saat ini mengenai anggaran tim masih berada di Inspektorat Wilayah (Itwil) Provinsi Jabar, namun menurutnya memang lebih pas jika untuk pengelolaan giat satgas tersebut menggunakan anggaran hibah. Sedangkan OTT diawali dari tim poja intelejen, yang mengamati, setelah A1 tim penindakan lalu melakukan penangkapan kemudian dipertimbangkan mengenai yustisi.

“ini masuk ke kategori mana, apakah dilaporkan ke atasanya atau langsung diberikan hukuman langsung,” ungkap Hadi (rus/yan)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here