PKB Resmi Usung Ridwan Kamil

Tinggal Cari Delapan Kursi Tambahan

8
PKB Usung Emil Sebagai Bakal Calon Gub Jabar
FAJRI ACHMAD NF / JABAR EKSPRES
KUKUHKAN DUKUNGAN: Ketua DPW PKB Jabar Khoirul Huda menyerahkan surat keputusan Bakal Calon Gubernur Jawa Barat kepada Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Jalan Ternate, Kota Bandung, (11/9).

jabarekspres.com, BANDUNG – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi mengusung Ridwan Kamil untuk maju dalam pemilihan Gubernur Jabar 2018 – 2023. Keputusan tersebut diperkuat dengan menyerahkan Surat Keputusan (SK) tentang mengusung Ridwan Kamil dalam pilgub.

Dengan dukungan PKB yang memiliki 7 kursi di DPRD Jabar, maka dukungan untuk Ridwan Kamil kini menjadi 12 kursi. Sebelumnya,  Partai Nasdem yang memiliki 5 kursi tengah menyatakan dukungannya kepada Emil. Dengan demikian,   Ridwan Kamil masih membutuhkan dukungan sebanyak 8 kursi lagi, karena Undang-undang mensyaratkan cagub didukung  minimal 20 persen kursi di DPRD.

”Kita sudah beberapa kali ketemu Kang Emil (sapaan Ridwan Kamil, Red) untuk membicarakan pencalonan. Dan hari ini (kemarin, Red) keputusannya dengan mengeluarkan SK dukungan,” papar Ketua DPW PKB Khoirul Huda kepada wartawan di Jalan Ternate, Kota Bandung, kemarin (11/9).

Dia mengatakan, keputusan tersebut diambil karena melihat sosok Ridwan kamil sebagai tokoh muda potensial. Bagi dia, tokoh mudah yang mempunyai potensi maka akan menentukan Jawa Barat ke depan.

Menurut Khoirul, masih perlu langkah-langkah untuk memuluskan Emil menuju kursi nomor satu di Jabar. Selain koalisi, pasangan pendamping pun masih belum final.

Ketika disinggung masalah poros koalisi yang dibentuk PPP,  PAN dan Demokrat, dia mengatakan, poros tersebut juga belum final. ”Pintunya belum tertutup. Akan coba dikomunikasikan dengan poros tersebut agar bisa tergabung,” ungkapnya.

Menyangkut pendamping Emil, dia menyerahkan sepenuhnya kepada koalisi yang akan terjalin nanti. Yang pasti, pasangan Emil sudah pasti berkempeten. ”Kta ingin pasangan yang akan mendampingi Ridwan Kamil cocok dengan beliau (visi dan misi). Kita sudah komitmen untuk mengusung dia (Emil) jadi gubernur bukan wakil,” tegasnya.

Bendahara  PKB Dawam Anwar menyatakan,  PKB memutuskan mendukung Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jabar karena partai ini menilai Ridwan Kamil sebagai  seorang pemimpin yang dapat membawa perubahan di Jawa Barat. ”Dia orang yang mengerti tata kota, dan PKB punya cita-cita untuk fokus menata warga kita yang ada di pedesaan,” kata dia.

Menurut dia, terkait jumlah kursi yang masih kurang, maka PKB juga insten melakukan komunikasi politik  dengan partai lain, terutama PPP dan  Hanura. ”Semua partai lain masih terbuka untuk diajak berkomunikasi,” ujarnya.

Sementara itu, Ridwan Kamil mengaku bahagia dengan terbitnya surat resmi mengusung dirinya untuk ikut perhelatan di pilgub Jabar. ”Sangat bahagia dan terharu,” ucapnya.

Emil mengungkapkan, dari awal sudah impresif berkomunikasi dengan PKB. Sebab, dia menilai, PKB cocok dengan dirinya.

”Pancasila,  agama yang taat. Nanti kebijakan-kebijakan saya akan sangat sejalan dengan PKB,” tegas dia.

Di sisi lain, saat ini koalisi yang sudah terjalin belum genap mencapai dua puluh kursi sebagai syarat wajib untuk mengusung calon untuk maju di Pilgub. Bagi dia, hal itu menjadi langkah yang harus segera diselesaikan.

”Saat ini langkah kerja politik akan dikerjakan. Sebab, penambahan dari koalisi belum genap 20 kursi,” ucapnya.

Setelah genap 20 kursi, lanjutnya, langkah selanjutnya adalah menyatukan elemen-elemen dengan relawan pendukungnya. Termasuk mencari pasangan yang memiliki elektabilitas dan kapabilitas yang sama baiknya.

”Saya sendiri menyerahkan muswarah kepada koalisi. Tapi acuannya hasil survei. Sebab, hasil survei itu merupakan data dan peluang itu yang sama-sama rata,” urainya.

Dia berpandangan, tinggi dan rendah hasil survei akan menentukan kemenangan. Sebab, elektabilitas tidak hanya bicara cocok atau tidak cocok. ”Saat ini bicara kita realistis. Dengan siapapun sangat optimis, asal punya dua kriteria tersebut,” lanjut dia.

Saat ini, Emil optimistis bisa menjadi orang nomor satu di Jawa Barat. Sebab, daya tawar dirinya cukup besar karena memiliki elektabilitas dan kapabilitas yang tinggi. ”Saya itu orang kerja. Dan itu akan berkurang jika saya tidak jadi nomor orang satu,” pungkasnya. (pan/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here