Aher Ikut Latihan Perang di Natuna

Ikut Lomba Tembak Tanpa Didampingi Protokoler

6
aher
DEMI NKRI: Gubernur Kepri Nurdin Basirun (kanan), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan foto bersama sejumlah gubernur lainnya di Natuna sempena silaturahmi Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Panglima TNI, kemarin (18/5). Para gubernur itu mengikuti latihan tanpa didampingi ajudan dan protokoler.

jabarekspres.com, NATUNA – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menjadi salah satu dari 23 gubernur yang mengikuti latihan perang di Natuna, Kepulauan Riau. Pria yang akrab disapa Aher itu, ikut silaturahmi Asosiasi Pemerintahan Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dengan Panglima TNI.

Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun meyakinkan bahwa kebersamaan sangat diperlukan dalam menjaga negeri ini. Termasuk di dalamnya kebersamaan para gubernur yang selama dua hari ini berada di Natuna, Kepri.

”Kita negara yang sangat besar. Dari Sabang sampai Merauke perlu kebersamaan untuk menjaga keutuhan negeri ini,” kata Nurdin di sela-sela latihan menembak dalam rangkaian aktivitas  para gubernur di Natuna.

Untuk diketahui, selain Aher 22 gubernur hadir pada kegiatan tersebut. Mereka adalah Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Jatim (Sukarwo), Maluku (Said Assagef), Papua Barat (Dominggus Mandacan), Sumut (T. Ery Nurradi), Sultra Nur Alam, Maluku Utara (Abdul Gani Kasuba), Sulteng (Longki Djanggola), Bali (Made Mangku Pastika), Lampung (Ridho Ficardo), Babel (Erzaldi Rosman), Kalsel (Sahbirin Noor).

Kemudian, Gubernur Kaltim (Awang Faruk), Sumsel (Alex Nurdin), Gubernur Kaltara Irianro Lambrie, Jambi (Zumi Zola), NTB (TGH M Zainul Majdi), Kalteng (Sugianto Sabran), Sumbar (Irwan Prayitno), Sulut (Olly Dondonkambey) dan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Nurdin mengaku, berterima kasih kepada TNI karena membawa langsung para gubernur untuk melihat perbatasan negeri ini di kawasan utara. Natuna memang berbatasan langsung dengan Republik Rakyat Cina dan Laut Cina Selatan bersinggungan langsung dengan daerah ini.

”Harus ada dorongan dan perhatian khusus terhadap kawasan ini, baik untuk peningkatan kesejahteraan dan pertahanan,” kata Nurdin.

Para gubernur memang mengikuti serangkaian latihan perang, seperti menembak dan aktivitas TNI lainnya. Bahkan hari ini  ikut menyaksikan latihan perang Pasukan Pemukul Reaksi Cepat  (PPRC) bersama Presiden Joko Widodo di Tanjungdatok.

Sebelum ke Natuna, para gubernur terlebih dahulu berkumpul di Jakarta. Kamis pagi, para Gubernur menjalani serangkaian  kegiatan di Halim Perdana Kusuma.

Dari Halim, rombongan terbang ke Natuna untuk serangkaian kegiatan TNI. Di Natuna, para Gubernur tidak didampingi ajudan dan protokoler.

Sekitar pukul 09.00 pesawat TNI AU bertolak dari Halim menuju Bandara Raden Sadjad, Ranai.  Pada pukul 10.50, pesawat mendarat di bandara. Mendagri Tjahjo Kumolo ikut mendampingi para gubernur dalam penerbangan ini.

Sebelum mendarat, dua pesawat tempur F-16 menjemput pesawat TNI AU yang membawa rombongan gubernur menuju Natuna. Beberapa menit sebelum mendarat di Pangkalan Udara Ranai, dua F-16 langsung take-off dari Ranai melakukan penjemputan. Setelah menjalankan serangkaian latihan perang, para gubernur menginap di KRI. Mereka menginap tanpa didampingi  ajudan atau protokol. Mereka hanya membawa satu tas ransel yang sudah disediakan, lengkap dengan pakaian hingga Jumat (19/5) petang untuk kembali lagi ke Jakarta.

Ketua APPSI, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, kegiatan ini akan berefek kepada sesuatu yang sangat dalam bagi kepentingan dan tugas kenegaraan. Apapun aktivitas, semua muara tetap menjaga keutuhan negara.

”Menjaga keutuhan itu tidak boleh hanya di pikiran, tapi harus di hati dan di batin kita,” kata Gubernur Sulawesi Selatan ini.

Aktivitas ini juga, kata Syahrul, juga meyakinkan para gubernur begitu pentingnya menjaga negeri ini. Idealisme kenegaraan harus terus dikonsolidasikan. Syahrul juga menyebutkan kebersamaan antara semua pihak sangat penting. Sebab, dengan kebersamaan, kompleksitas bangsa yang  besar ini bisa dijaga.

”Para gubernur harus ada korsa untuk menghadapi tantangan terkini. Juga harus menjaga amanah yang diberikan, sekaligus  menjaga rakyat dan melindungi rakyat,” kata Syahrul.

Para gubernur tampak akrab dalam menjalani serangkaian latihan perang itu. Tampak kebersamaan terbangun di antara mereka. Apalagi ketika meneriakkan yel-yel penyemangat. (bni/rie)

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here