JABAR EKSPRES – Dalam sebuah peristiwa cuaca yang belum pernah terjadi sebelumnya, Hong Kong mengalami curah hujan terberat dalam hampir 140 tahun terakhir, yang menyebabkan banjir yang meluas di kota tersebut.
Hujan deras yang dimulai pada Kamis, merendam jalan-jalan dan bahkan beberapa stasiun kereta bawah tanah, sehingga mendorong penutupan sekolah.
Tepat di seberang perbatasan di Shenzhen, pusat teknologi Tiongkok, pihak berwenang mencatat hujan terberat sejak pencatatan dimulai pada tahun 1952.
Baca Juga:Skywalk Cikole: Wisata Bandung Bagaikan Berjalan di Atas Awan Menatap Panorama MemukauJadi Yang Termahal dan Tercanggih dari Produk Nokia, Cek Spesifikasi Nokia N73 5G di Sini
Peringatan banjir bandang dengan cepat dikeluarkan, dan layanan darurat melakukan operasi penyelamatan di berbagai area.
Pihak berwenang juga memperingatkan akan adanya potensi tanah longsor, dan menyarankan para pengendara untuk menghindari lereng-lereng yang curam dan tembok penahan tanah.
Wilayah Cina Selatan telah dihantam oleh dua topan berturut-turut, Saola dan Haikui, pada akhir pekan sebelumnya.
Untungnya, Hong Kong berhasil menghindari hantaman langsung, tetapi badai tersebut meninggalkan dampak yang signifikan di wilayah tersebut.
Meskipun tidak ada korban luka yang dilaporkan, pihak berwenang mengambil tindakan pencegahan seperti meliburkan sekolah dan menghentikan layanan izin kargo di perbatasan dengan Shenzhen.
