Sembilan Desainer APPMI Jabar Sulap Warisan Nusantara Jadi Adibusana di Fashion Tendance 2026

Para desainer APPMI Jawa Barat usai Fashion Tendance Elevation di Imah Seniman, pada Kamis (05/11/2026).
Para desainer APPMI Jawa Barat usai Fashion Tendance Elevation di Imah Seniman, pada Kamis (05/11/2026).
0 Komentar

Gagasan itu diwujudkan melalui siluet arsitektural, potongan asimetris, kancing dekoratif, serta penggunaan material jacquard bermotif. Perpaduan struktur busana yang tegas dengan detail feminin menjadi daya tarik utama koleksi tersebut.

Sementara itu, Fiona Yao membawa pendekatan lintas budaya melalui koleksi SILK & SOIL. Rancangan couture ini mempertemukan warisan tekstil Indonesia, estetika yang terinspirasi budaya Tiongkok, serta keindahan alam.

Eksplorasi motif botani, pengolahan tekstil yang rumit, dan permainan tekstur menghadirkan karakter busana yang romantis sekaligus kuat. Fiona juga memperlihatkan bahwa kemewahan dalam fashion tidak hanya berkaitan dengan tampilan, tetapi juga memiliki hubungan erat dengan alam, material, dan warisan budaya.

Baca Juga:Trademark Market x JKTGO 2026 Hadir di Bandung, Kolaborasikan Ratusan Brand Lokal dan Tren Lifestyle JakartaROG AI Masterclass Sambangi Bandung, Ajak Komunitas dan Profesional Kuasai Teknologi AI

Eksplorasi tekstil tradisional berlanjut melalui koleksi Pradnya Vastra karya Hanny Lovelly. Mengangkat Tenun Makassar sebagai elemen utama, Hanny menerjemahkan kekayaan kain tradisional tersebut ke dalam rancangan modest couture yang lebih modern.

Permainan struktur, cape, teknik berlapis, aksen tali, hingga volume busana menjadi elemen penting dalam koleksinya. Nama Pradnya Vastra sendiri berasal dari bahasa Sanskerta yang memiliki makna kebijaksanaan dan busana atau kain.

Dengan dominasi warna cokelat hangat, krem, serta sentuhan emas, koleksi ini menjadi bentuk apresiasi terhadap keterampilan para perajin dan nilai budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tak kalah menarik, Malik Moestram menghadirkan Ultimae Memoriae, koleksi yang memadukan seni floral Tiongkok dengan kekayaan budaya Melayu Nusantara.

Inspirasi tersebut diterjemahkan melalui busana Muslim dengan siluet khas Melayu serta penggunaan material tulle, renda, dan renda bordir. Pilihan warna antique rose, meadow olive, petal blush, antique champagne, dan warm ivory memberikan nuansa lembut dan romantis pada setiap rancangan.

Dari kategori busana pengantin, Misan Kopaka melalui label KOPAKA memperkenalkan koleksi THE ESSENCE OF BLOOM. Terinspirasi dari bunga sebagai simbol cinta dan awal yang baru, koleksi ini menghadirkan gaun bernuansa putih dengan perpaduan material tulle, satin, sutra, organza, dan renda.

Keistimewaan rancangan tersebut terlihat dari detail kelopak bunga yang dramatis, susunan lapisan kain, serta siluet menyerupai karya pahatan. Perpaduan elemen tersebut menciptakan busana pengantin yang menonjolkan kelembutan sekaligus kekuatan struktur desain.

0 Komentar