JABAR EKSPRES – Kabupaten Majalengka menjadi salah satu wilayah yang tengah dikebut pembangunannya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Anggaran infrastruktur dalam jumlah besar pun telah dialokasikan untuk wilayah yang menjadi lokasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan, sedikitnya Rp 230 miliar telah digelontorkan untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur di Kabupaten Majalengka.
Baca Juga:Diduga Dipicu Konvoi Pemotor, Keributan di Cigorowek Berujung Pembakaran Dua MotorRuang Kelas Berganti Tenda, Semangat Siswa SDN Cioray Bojonggambir Terap Menyala
“Alokasi anggaran infrastrukturnya sudah Rp 230 miliar, jalan mulus,” katanya dalam keterangan, Minggu (8/11).
Dedi menuturkan, dengan alokasi anggaran tersebut, dirinya memastikan kondisi jalan provinsi di wilayah Majalengka akan semakin baik.
Karena itu, jika masih ditemukan jalan rusak, kemungkinan besar jalan tersebut merupakan kewenangan pemerintah kabupaten atau desa.
“Sehingga kalau ada jalan butut, itu bukan punya provinsi. Itu punya Kabupaten,” katanya.
Di sisi lain, pembangunan infrastruktur memang menjadi salah satu prioritas Pemerintah Provinsi Jawa Barat, khususnya pada masa awal kepemimpinan Dedi Mulyadi.
Pembangunan jalan di berbagai daerah dikebut. Bahkan Pemprov sampai membeli kendaraan molen khusus agar bisa memproduksi beton cor dan menjangkau titik titik yang sulit akses di daerah.
Pemprov Jawa Barat membeli 18 unit truk molen otomatis dengan anggaran yang cukup fantastis mencapai Rp36 miliar.
Baca Juga:Politeknik Al Islam Bandung Gelar Pelatihan PPR Radiologi Konvensional Gelombang KeduaSiswa Belajar di Teras akibat Kelas Ambruk, Kapolres Tasikmalaya Langsung Turun Tangan
Armada tersebut dikenal dengan sebutan self-loading concrete mixer atau mobile batching plant. Kendaraan ini dirancang untuk mendukung pengerjaan jalan di wilayah terpencil. Salah satu keunggulannya adalah mampu memproduksi campuran beton langsung di lokasi proyek.
Semangatnya adalah untuk memudahkan pengerjaan proyek jalan, khususnya di daerah yang sulit dijangkau atau jauh dari pabrik beton.(son)
