JABAR EKSPRES – Kawasan Gedebage, Kota Bandung, kembali masuk dalam wilayah yang diwaspadai mengalami banjir saat musim penghujan. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pembangunan sejumlah kolam retensi yang selama ini diandalkan Pemerintah Kota Bandung untuk mengendalikan genangan.
Padahal, berbagai infrastruktur pengendali banjir telah dibangun di kawasan tersebut, termasuk kolam retensi di Pasar Gedebage yang diresmikan pada Februari 2025 dengan anggaran Rp14 miliar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, Didi Ruswandi, mengatakan Gedebage merupakan salah satu kawasan yang berulang kali terdampak banjir.
Baca Juga:Belajar dari Banjir Cikalintu dan Longsor Sekeloa, Farhan Minta OPD Perkuat KoordinasiPerkuat Kesiapsiagaan Bencana di Musim Hujan, Pemkab Bandung dan TNI-Polri Siapkan Respons Cepat Banjir
“Kalau untuk banjir, biasanya di Kopo, Ciwastra, dan Gedebage. Itu wilayah yang selalu terdampak berulang,” ujarnya di Balai Kota Bandung, Selasa (3/11).
Didi menjelaskan, keberadaan kolam retensi memang membantu mengurangi genangan, tetapi kapasitas tampung yang tersedia belum mampu menampung seluruh limpasan air ketika hujan deras.
Kolam Retensi Pasar Gedebage menjadi salah satu infrastruktur terbaru yang dibangun Pemkot Bandung. Fasilitas tersebut memiliki luas 1.749 meter persegi dengan kapasitas tampung 7.515 meter kubik dan dilengkapi dua pompa berkapasitas total 300 liter per detik. Pembangunannya menghabiskan anggaran Rp14 miliar dari APBD Kota Bandung.
Sebelumnya, Pemkot Bandung juga membangun Kolam Retensi Gedebage pada 2020 dengan anggaran Rp5,1 miliar. Kolam tersebut memiliki kapasitas tampung sekitar 5.425 meter kubik.
Selain itu, terdapat kolam retensi Rancabolang yang dilengkapi rumah pompa berkapasitas sekitar 150 liter per detik untuk membantu mengalirkan air dari kawasan rawan genangan.
Meski berbagai fasilitas tersebut telah dibangun, banjir masih terjadi. Pada Maret 2025, genangan di kawasan Gedebage bahkan menyebabkan kemacetan parah di Jalan Soekarno-Hatta.
Persoalan utama Gedebage bukan semata-mata ketiadaan infrastruktur pengendali banjir, melainkan kapasitas tampung yang belum sebanding dengan volume air yang datang.
Baca Juga:Hujan Bisa Datang Mendadak dan Deras, BPBD Cimahi Petakan Saluran Rawan BanjirBPBD Kabupaten Bandung Perkuat Mitigasi di 8 Desa Rawan Banjir Bandang dan Longsor
Berdasarkan perhitungan teknis Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung, potensi genangan di kawasan Gedebage sebelumnya mencapai 24.000 meter kubik.
Setelah kolam retensi Pasar Gedebage dibangun, potensi genangan diperkirakan berkurang menjadi sekitar 17.000 meter kubik. Artinya, masih terdapat volume air yang belum tertangani.
DSDABM Kota Bandung sebelumnya mengakui bahwa Gedebage masih membutuhkan tambahan kolam retensi. Penanganan banjir juga memerlukan upaya jangka panjang, seperti penghijauan di kawasan hulu dan pembangunan kawasan resapan buatan.
