JABAR EKSPRES – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan meminta seluruh camat dan lurah meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dalam menghadapi potensi bencana, khususnya bencana hidrometeorologi yang rawan terjadi di sejumlah wilayah Kota Bandung.
Farhan menilai, kesiapsiagaan menjadi hal penting mengingat beberapa kawasan di Kota Bandung memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana banjir dan tanah longsor. Karena itu, aparat kewilayahan diminta lebih proaktif dalam memetakan potensi risiko sekaligus memastikan koordinasi penanganan berjalan optimal.
Ia mencontohkan kejadian di kawasan Cikalintu dan Sekeloa sebagai pengingat bahwa penanganan bencana membutuhkan kesiapan bersama, bukan hanya mengandalkan camat, lurah, maupun aparat kewilayahan.
Baca Juga:Tampil dengan Wajah Baru, Terrazo Food & Venue Festival Citylink Hadirkan Sensasi Kuliner dan Ruang HangoutMenembus Zaman: Resep Bluebird Beradaptasi Tetap Relevan
Menurut Farhan, dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) sangat diperlukan agar penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan menyeluruh, mulai dari aspek kebencanaan, kesehatan, bantuan sosial hingga pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
“Apa yang terjadi di Cikalintu dan Sekeloa menjadi contoh bagaimana kesiapan kita bersama dalam menghadapi masalah tersebut harus juga didukung oleh OPD, Dinas Sosial, BPBD, dan juga dinas terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan lain-lain,” tuturnya, Senin (2/11).
Farhan menegaskan, penguatan kesiapsiagaan tersebut juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.
Ia berharap, kesadaran menghadapi bencana tidak hanya tumbuh di lingkungan pemerintahan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
“Penguatan kesiapsiagaan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemkot Bandung dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan berbagai risiko bencana hidrometeorologi. Pada saat bersamaan, ini menunjukkan bahwa kita harus menjadi kota dengan warga yang siaga bencana dan tangguh bencana,” terangnya.
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan peningkatan kewaspadaan di tingkat kewilayahan, Pemkot Bandung mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana, sekaligus meminimalkan risiko dan dampak yang ditimbulkan.
