JABAR EKSPRES – Penantian selama hampir tiga pekan akhirnya berujung haru. R (15), remaja putri asal Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, yang sempat meninggalkan rumah sejak 13 Oktober 2026, akhirnya kembali dipertemukan dengan ibu kandungnya, Euis Ratnasari.
Pertemuan yang berlangsung di Mapolres Tasikmalaya, Senin (2/11/2026), itu diwarnai tangis dan emosi. Namun, ada momen yang sempat membuat suasana terasa canggung. Saat sang ibu berusaha memeluknya, R justru menolak dan memilih mendekap Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya, Ato Rinanto.
Setelah mendapat bujukan dan pendampingan, hati R akhirnya luluh. Ia kemudian berbalik memeluk ibunya erat. Seketika, keduanya pecah dalam tangis. Kerinduan yang selama ini tertahan seolah tumpah dalam pelukan tersebut.
Baca Juga:Remaja 15 Tahun Hilang Berhari-hari, Keluarga di Padakembang Tasikmalaya Minta Bantuan KPAIDTiga Kasus Orang Hilang di Tasikmalaya Terungkap, Polisi Beberkan Kuncinya
Di tengah suasana emosional itu, Euis tak kuasa menyembunyikan rasa syukur. Ia berkali-kali menyampaikan terima kasih kepada jajaran kepolisian yang telah menemukan dan membawa anaknya kembali.
“Saya hanya ucapkan terima kasih banyak kepada polisi, bapak nggak bayar ternyata, ampun,” ujar Euis sambil menangis.
Sebelumnya, R meninggalkan rumah pada 13 Oktober 2026. Selama hampir tiga pekan, keberadaannya tidak diketahui keluarga. Ia diketahui berpindah-pindah dan tinggal di rumah sejumlah temannya tanpa membawa pakaian ganti.
Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil setelah Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya melakukan penelusuran terhadap tujuh saksi. Polisi kemudian memancing keberadaan R melalui bantuan seorang temannya hingga berhasil ditemukan di kawasan Saung Singaparna pada Jumat (30/10/2026).
Kapolres Tasikmalaya, AKBP Ade Papa Rihi, mengatakan pihaknya menerima laporan kehilangan tersebut pada 27 Oktober 2026. Dari hasil penelusuran, diketahui kepergian R berkaitan dengan persoalan yang dialaminya di lingkungan keluarga.
“Kita nerima laporan 27 Oktober dan ditemukan di Singaparna, ada persoalan keluarga,” kata Ade.
Selain persoalan keluarga, R juga mengaku mengalami perundungan di lingkungan sekolah maupun tempat tinggalnya. Kondisi tersebut diduga turut membuat remaja tersebut merasa tidak nyaman dan memilih meninggalkan rumah.
Baca Juga:Setelah Tiga Pekan Dicari, Gadis 15 Tahun di Padakembang Ditemukan di SingaparnaEnam Hari Hilang Saat Memetik Kopi, Herti Ditemukan di Parit Kaki Gunung Burangrang
“Jadi korban ini ada masalah keluarga, juga ada perundungan di lingkungan dan sekolah,” ungkapnya.
Sebelum dipertemukan kembali dengan keluarganya, R terlebih dahulu mendapatkan penanganan psikologis di rumah aman. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi psikologisnya serta memberikan ruang pemulihan sebelum kembali ke lingkungan keluarga.
