JABAR EKSPRES – Kebakaran melanda fasilitas wall climbing di Kampus Unjani Cimahi, Minggu siang (1/11/2026). Api diduga berasal dari percikan aktivitas pengelasan yang menyambar material terpal hingga memicu kepulan asap hitam membumbung tinggi ke udara.
Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan petugas menerima laporan pada pukul 13.59 WIB.
Lima menit berselang, tepatnya pukul 14.04 WIB, personel pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Baca Juga:PPP Cimahi Dukung Keputusan Mardiono Nonaktifkan Dua Pengurus DPPNaik ke Atap Periksa Toren Bocor, Lansia di Cimahi Pingsan Tersengat Listrik
Sebanyak sembilan personel diterjunkan dengan dukungan dua unit mobil pancar dan satu kendaraan rescue. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah kebakaran merembet ke area lain.
“Berdasarkan keterangan pegawai di lokasi, kejadian bermula saat seorang pekerja tengah melakukan pengelasan dudukan di bagian atas. Diduga, percikan api dari aktivitas tersebut jatuh mengenai terpal yang berada di belakang fasilitas wall climbing tanpa disadari oleh pekerja,” tutur Aep saat dikonfirmasi, Senin (2/11/26).
Menurut Aep, kebakaran baru diketahui ketika pegawai hendak beristirahat. Saat itu, api sudah telanjur membesar dan membakar sebagian area di sekitar fasilitas tersebut hingga menghasilkan kepulan asap hitam yang terlihat dari kejauhan.
“Respons cepat petugas berhasil mencegah kebakaran meluas. Area yang terbakar diperkirakan mencapai 20 meter persegi dari total luas kawasan sekitar 20 hektare. Tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam insiden tersebut. Sebanyak 50 jiwa juga berhasil diselamatkan,” tambah Aep.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran di Kampus Unjani Cimahi itu diperkirakan menyebabkan kerugian material atau barang dan isi mencapai Rp100 juta.
Dugaan sementara, insiden bermula dari kurangnya kewaspadaan saat pekerjaan pengelasan berlangsung, terutama karena terdapat material terpal yang mudah terbakar di sekitar lokasi.
“Proses pemadaman dan pendataan akhirnya dinyatakan selesai pada pukul 14.27 WIB. Seluruh personel kemudian kembali ke markas komando pada pukul 15.00 WIB,” pungkas Aep.
Baca Juga:Rumah Warga Terancam Usai Lima Kali Longsor di Perumahan Buana Flamingo CimahiWawalkot Berang! Warga Miskin Disebut Modus, Adhitia Sentil Nurani Birokrasi Cimahi
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, terutama dalam aktivitas pengelasan. Pekerja perlu memastikan lingkungan sekitar terbebas dari material mudah terbakar agar percikan api tidak memicu kebakaran. (Mong)
