JABAR EKSPRES – Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB), Muhammad Mahdi, mendesak pemerintah daerah segera membetonisasi jalan sepanjang 2,6 kilometer di Kampung Cicapeu, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin.
Desakan itu muncul setelah seorang warga sakit harus ditandu lantaran ambulans tidak bisa menjangkau permukiman akibat kondisi jalan yang rusak parah.
Mahdi mengaku prihatin setelah menerima laporan dan melihat video warga yang harus bersusah payah menandu pasien melewati akses jalan tersebut.
Baca Juga:Viral! Pasien Kanker Otak di Cililin Terpaksa Ditandu Lewati Jalan RusakViral Warga Bandung Barat Ditandu 500 Meter, Jeje Ritchie Janjikan Solusi Akses Jalan
“Di tahun 2026, di Kabupaten Bandung Barat yang APBD-nya Rp3,3 triliun, masih ada warga kita yang sakit harus ditandu seperti zaman dulu. Ini bukan hanya soal jalan rusak, ini soal kemanusiaan,” ungkap Mahdi dalam keterangannya, Minggu (1/11/2026).
Merespons kejadian tersebut, Mahdi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien dan seluruh masyarakat Kampung Cicapeu. Menurutnya, warga setempat berhak mendapatkan akses jalan yang layak agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau hingga ke permukiman.
“Saya minta maaf sebesar-besarnya kepada keluarga yang sakit dan seluruh warga Kampung Cicapeu. Kalian berhak mendapatkan jalan yang layak dan akses kesehatan. Negara telah terlambat hadir untuk kalian,” katanya.
Mahdi meminta penanganan segera tanpa harus menunggu proses penganggaran berikutnya. Ia telah meminta Komisi III DPRD KBB bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Kesehatan, Camat Cililin, serta Kepala Desa Kidangpananjung turun langsung meninjau lokasi.
“Saya sudah minta Komisi III DPRD KBB bersama Dinas PUTR, Dinas Kesehatan, Camat Cililin, dan Kepala Desa Kidangpananjung turun langsung ke Kampung Cicapeu. Jangan rapat di kantor, kita lihat langsung kondisi jalan sepanjang 2,6 kilometer itu,” tegasnya.
Peninjauan tersebut diharapkan dapat mengidentifikasi kondisi jalan sekaligus kebutuhan teknis perbaikannya. Selain itu, Mahdi meminta Dinas Kesehatan KBB menyiagakan satu unit ambulans motor atau ambulans gendong di Puskesmas Cililin sebagai solusi sementara selama akses jalan belum diperbaiki.
“Saya minta Dinas Kesehatan menyiagakan satu unit ambulans motor atau ambulans gendong di Puskesmas Cililin untuk melayani warga Kampung Cicapeu sampai jalan diperbaiki. Jangan biarkan kejadian warga sakit ditandu terulang. Nyawa tidak bisa menunggu APBD,” ujarnya.
