Untuk penanganan jangka panjang, Mahdi mendorong ruas jalan penghubung Kampung Cicapeu-Kidangpananjung sepanjang 2,6 kilometer masuk dalam prioritas utama pembangunan daerah.
Berdasarkan perhitungan awal yang disampaikannya, kebutuhan anggaran betonisasi diperkirakan mencapai Rp3,38 miliar, dengan asumsi biaya sekitar Rp1,3 miliar per kilometer.
Ia menegaskan, perbaikan tidak boleh hanya dilakukan melalui pengerasan tanah atau batu. Konstruksi beton dinilai lebih dibutuhkan agar kendaraan, terutama ambulans, dapat menjangkau permukiman meskipun saat musim hujan.
Baca Juga:Viral! Pasien Kanker Otak di Cililin Terpaksa Ditandu Lewati Jalan RusakViral Warga Bandung Barat Ditandu 500 Meter, Jeje Ritchie Janjikan Solusi Akses Jalan
“Jalan sepanjang 2,6 kilometer itu harus dibeton. Saya tidak mau perbaikan ala kadarnya, seperti hanya pengerasan tanah atau batu. Yang dibutuhkan warga adalah betonisasi agar ambulans dan mobil bisa masuk saat hujan,” katanya.
Mahdi juga meminta pemerintah daerah menyiapkan alternatif pembiayaan apabila anggaran Dinas PUTR belum mencukupi. Beberapa sumber yang diusulkan di antaranya dana darurat bencana, bantuan keuangan provinsi, hingga tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kalau PUTR bilang anggaran tidak cukup, saya minta gunakan dana darurat bencana, bantuan keuangan provinsi, atau CSR. Saya sebagai Ketua DPRD yang akan memimpin negosiasinya,” ujarnya.
Lebih jauh, Mahdi menilai kejadian di Kampung Cicapeu harus menjadi peringatan bagi pemerintah daerah untuk memetakan kondisi infrastruktur di wilayah terpencil lainnya. Ia menyebut sejumlah kecamatan seperti Rongga, Gununghalu, Cipongkor, dan Sindangkerta perlu menjadi perhatian agar persoalan serupa tidak terus berulang.
“Kasus Cicapeu ini menjadi alarm bagi kita semua. Berapa banyak lagi Cicapeu-Cicapeu lain di Rongga, Gununghalu, Cipongkor, dan Sindangkerta yang warganya masih harus ditandu? Kita harus petakan dan tuntaskan satu per satu,” tegas Mahdi.
Ia berharap perbaikan jalan tersebut segera direalisasikan agar masyarakat tidak lagi kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan, terutama ketika menghadapi kondisi darurat.
“Warga Cicapeu, mohon bersabar. Doakan kami. Saya pastikan jalan 2,6 kilometer terealisasi perbaikannya hingga ambulans bisa masuk sampai depan rumah warga,” pungkasnya. (Wit)
