Viral! Pasien Kanker Otak di Cililin Terpaksa Ditandu Lewati Jalan Rusak

Dua warga bergotong royong menandu seorang pasien melewati jalan rusak dan terjal di Kampung Cicapeu, Desa Kid
Dua warga bergotong royong menandu seorang pasien melewati jalan rusak dan terjal di Kampung Cicapeu, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akibat ambulans tidak bisa menjangkau lokasi. Dok ss video viral
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Sebuah video yang memperlihatkan perjuangan warga menandu pasien melewati jalan rusak di Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), viral di media sosial.

Pasien tersebut terpaksa diangkut menggunakan tandu sederhana karena ambulans tidak bisa menembus akses jalan yang licin setelah hujan.

Pasien bernama Iis, 45, diketahui mengidap kanker otak dan hendak menjalani kontrol kesehatan ke rumah sakit di Soreang.

Baca Juga:Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Polres Tasikmalaya Buka Jalan Kerja bagi Warga SodonghilirPembiayaan Emas oleh Gen Z Tembusan 19 persen, BCA Syariah: Jadi Pasar Baru

Kepala Desa Kidangpananjung, Yuyu Yuhaeni, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan, ambulans sebenarnya masih bisa menjangkau kawasan itu saat musim kemarau. Namun, kondisi jalan berubah sulit dilalui kendaraan ketika hujan turun.

“Kalau musim kemarau ambulans masih bisa masuk, termasuk kendaraan pengangkut sayuran. Tetapi kalau hujan, jalannya licin dan sulit dilalui. Kemarin ambulans tidak bisa menjangkau lokasi sehingga pasien harus ditandu warga,” kata Yuyu saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).

Proses evakuasi pasien mengandalkan tenaga warga setempat. Dengan menggunakan tandu sederhana, sejumlah warga harus bergantian menggotong Iis melewati jalan berbatu dengan tanjakan dan turunan curam. Perjalanan menuju titik yang bisa dijangkau kendaraan bahkan membutuhkan waktu lebih dari satu jam.

Menurutnya, jalan tersebut terakhir kali mendapat perbaikan melalui program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sekitar 15 tahun lalu. Saat itu, permukaan jalan masih dilapisi aspal. Namun, seiring berjalannya waktu, kondisinya semakin rusak hingga menyulitkan mobilitas masyarakat.

Pemerintah desa sebenarnya telah berupaya melakukan perbaikan secara terbatas. Salah satunya dengan menambal sejumlah titik kerusakan menggunakan sekitar 50 sak semen. Namun, upaya tersebut belum mampu mengatasi kerusakan di sepanjang jalur.

“Kami sudah mengajukan proposal perbaikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Tetapi sampai sekarang belum ada penanganan menyeluruh karena keterbatasan anggaran,” ungkap Yuyu.

Ia menyebutkan, Desa Kidangpananjung hanya menerima alokasi dana desa sekitar Rp900 juta. Anggaran tersebut dinilai tidak mencukupi untuk membiayai perbaikan jalan sepanjang 2,6 kilometer secara menyeluruh.

Baca Juga:Kontingen Kabupaten Tasikmalaya Bidik 26 Emas di Porprov Jabar 2026, Bonus Rp100 Juta untuk Peraih EmasPolres Tasikmalaya Intensifkan Patroli Dialogis Cegah Gangguan di Momen Peringatan Sumpah Pemuda

Terlebih, pemerintah desa juga dihadapkan pada kebutuhan alokasi anggaran untuk mendukung pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kondisi tersebut semakin membatasi kemampuan desa dalam menangani kerusakan infrastruktur.

0 Komentar