Keberhasilan para peserta dalam merumuskan solusi inovatif ini mendapat apresiasi penuh dari penyelenggara.
Direktur Eksekutif Prestasi Junior Indonesia Utami Anita Herawati mengungkapkan, pihaknya menginginkan agar siswa mampu menggunakan pengetahuan keuangan untuk mengambil keputusan dan memahami persoalan di sekitarnya.
Ketika merancang solusi, mereka perlu mempertimbangkan siapa yang membutuhkan, bagaimana solusi digunakan, dan manfaat yang ingin dicapai.
Baca Juga:Kasus Korupsi Tunjangan Perumahan dan Transportasi DPRD Kota Banjar, Wali Kota dan Sekda Diduga Terlibat! SPPG Yayasan Cita Amanat Matadireja Tegalluar Hentikan Pengiriman MBG Secara Sepihak!
Pendampingan guru, keluarga, dan sukarelawan membantu mereka mempertajam gagasan. Proses ini mengasah penalaran kritis, kreativitas, dan ‘
’Kemampuan bekerja sama, sekaligus membangun kepercayaan diri bahwa mereka dapat berkontribusi bagi komunitasnya.” tutup Utami. (yan).
