Bedah Buku Kepemimpinan AHY, Generasi Muda Kabupaten Bandung Diajak Kritis dan Melek Literasi

Bedah Buku Kepemimpinan AHY, Generasi Muda Kabupaten Bandung Diajak Kritis dan Melek Literasi
Sinergi Generasi Muda (SIGMA) menggelar diskusi dan bedah buku kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Canz Cafe, Jalan Terusan Bojongsoang, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jumat (30/10/2026) malam.
0 Komentar

Ia mengungkapkan, kegiatan serupa juga menjadi bagian dari upaya Partai Demokrat memperkenalkan tokoh-tokohnya kepada masyarakat. Partai Demokrat, kata dia, menargetkan peningkatan jumlah kursi DPR RI dari 44 kursi menjadi 60 hingga 70 kursi pada Pemilu 2029.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Yusuf Macan Effendi atau Dede Yusuf, menilai buku tersebut menarik karena ditulis oleh pihak lain, bukan atas inisiatif AHY sendiri.

Menurut Dede, pendekatan tersebut memungkinkan pembaca melihat orisinalitas pandangan para penulis terhadap sosok AHY.

Baca Juga:Tak Sekadar Razia, Operasi Patuh Lodaya di Singaparna Hadirkan Edukasi hingga Cek Kesehatan GratisSekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online

“Saya belum baca bukunya, tetapi dari cara penyajian dari yang disampaikan Bang Zaki, ada 27 penulis anak-anak muda yang memberikan persepsinya,” ujar Dede.

Ia menilai buku tersebut layak dibaca oleh kalangan muda karena memuat berbagai pandangan mengenai kepemimpinan AHY. Dede yang mengaku telah mengenal AHY cukup lama juga menyebut sosok tersebut terbuka terhadap masukan.

Menurutnya, salah satu ciri pemimpin yang baik adalah mampu menerima masukan dan menindaklanjutinya melalui langkah konkret.

“Jadi pemimpin yang baik adalah mencatat dan follow up,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, M. Hailuki, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat budaya literasi di Kabupaten Bandung, khususnya di kalangan generasi muda.

Ia menilai kebiasaan membaca dapat meningkatkan wawasan dan kemampuan berpikir kritis yang berdampak positif bagi kemajuan daerah.

“Generasi muda, milenial, zilenial, itu membangun sebuah tradisi baru pentingnya kita membaca atau iqra, meningkatkan wawasan, critical thinking karena dampaknya sangat positif bagi kemajuan daerah,” kata Hailuki.

Ia menyebut sekitar 50 peserta dari berbagai elemen mahasiswa mengikuti kegiatan tersebut. Diskusi berlangsung interaktif dan mendapat respons positif dari para peserta.

Baca Juga:Perkuat Pengawasan Program Nasional, Inspektorat Tasikmalaya Dorong APIP Lebih ProaktifDi Hari Sumpah Pemuda, Taj Yasin Minta Aksi Nyata Pemuda Atasi Persoalan Masyarakat

Hailuki menambahkan, kegiatan tersebut sengaja digelar di Kabupaten Bandung karena AHY lahir di daerah tersebut. Ia berharap sosok AHY dapat menjadi salah satu panutan bagi generasi muda di Kabupaten Bandung.

“Semoga bisa sosok beliau menjadi role model bagi anak-anak Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Hailuki juga menyebut kegiatan tersebut menjadi titik awal rangkaian diskusi dan bedah buku kepemimpinan AHY. Ke depan, SIGMA bersama Bandung Renaissance Forum membuka peluang untuk memfasilitasi kegiatan serupa di berbagai komunitas.

0 Komentar