Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Jawa Barat BPJS Ketenagakerjaan, Deny Yusyulian, menegaskan bahwa kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan media dan influencer sebagai bagian dari strategi komunikasi yang adaptif dan berkelanjutan. Melalui inisiatif 904 Jamsfluencer, pihaknya berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus berkembang dan menghadirkan kontribusi nyata bagi peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya jaminan sosial.
“Kami berharap pertemuan ini menjadi kolaborasi yang semakin kuat dan berkelanjutan, Kami ingin membangun berjalan bersama sinergi BPJS Ketenagakerjaan dan rekan media dan influencer yang konsisten, kreatif, dan mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Karena semakin luas informasi tersampaikan, semakin besar pula peluang pekerja untuk mendapatkan perlindungan,” tutup Deny.
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Bojongsoang, Deni Syamsu Rakhmanto, menyampaikan bahwa sinergi dengan media dan influencer merupakan langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat serta membantu dalam percepatan mensosialisasikan program agar masyarakat teredukasi, khususnya para pekerja di wilayah Kabupaten Bandung dan sekitarnya, mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
Baca Juga:Turba di Kecamatan Gedebage, PDI Perjuangan Kota Bandung Perkuat Konsolidasi hingga Anak RantingTelkom University Kukuhkan Dua Guru Besar di Bidang AI dan Produk Tradisional
Menurutnya, masih banyak pekerja, terutama pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU), yang belum memahami pentingnya memiliki perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Padahal, setiap pekerja memiliki risiko dalam menjalankan aktivitas pekerjaannya dan berhak mendapatkan perlindungan.“Setiap pekerjaan punya risiko, dan setiap pekerja berhak merasa aman. Peran media dan influencer sangat penting untuk menyampaikan hal ini dengan bahasa yang mudah dipahami masyarat,” ujarnya.
Ia menambahkan, BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Bandung Bojongsoang akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas, pelaku usaha, stakeholder serta media untuk memperluas kepesertaan dan memastikan semakin banyak pekerja mendapatkan hak perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Harapan kami, semakin banyak masyarakat yang teredukasi, semakin banyak pula pekerja yang terlindungi. Mari bersama-sama membangun kesadaran bahwa setiap pekerjaan memiliki risiko dan setiap pekerja berhak mendapatkan perlindungan,” tutup Deni. (bbs)
