“Kalau ke rumahnya dengan kondisi keluarga dengan gangguan jiwa seperti itu, kita khawatir. Di sana enggak ada yang merawat,” ujarnya.
Karena itu, Dinas Sosial berencana menghubungi keluarga Indah di Lampung untuk membicarakan kemungkinan agar Indah tinggal bersama kakaknya.
Menurut Dedik, apabila keluarga di Lampung bersedia menerima dan mendampingi Indah, pilihan tersebut akan dipertimbangkan. Namun, jika tidak memungkinkan, pihaknya menyebut telah berkomunikasi dengan panti di Cianjur yang menyatakan kesiapan menerima Indah bersama bayinya.
Baca Juga:Elizabeth Hadirkan Koleksi “Bloom Beneath the Surface” di JFW 2027, Perpaduan Karakter Kuat dan FeminitasPGN Perkuat Portofolio Pasokan Gas Bumi melalui Tujuh Kesepakatan Strategis di FOREK Hulu Migas 2026
“Makanya kita besok itu komunikasi dengan keluarga yang di Lampung, harus seperti apa. Cuma saran dari kita, lebih baik dia tinggal di Lampung dengan kakaknya, kalau seandainya kakaknya mau,” tuturnya.
“Kalau kakak tidak mau, panti sudah menerima dari Cianjur. Nanti kita sudah komunikasi dengan Cianjur, di panti jiwa juga siap menampung Indah dengan bayinya,” lanjut Dedik.
Meski demikian, keputusan akhir mengenai tempat tinggal Indah masih menunggu hasil komunikasi dengan keluarga serta pertimbangan terkait kebutuhan perawatan ibu dan bayinya.
Dedik menambahkan, penanganan terhadap Cucu Jubaedah juga masih dalam tahap komunikasi. Menurut dia, Cucu masih dapat diajak berkomunikasi, tetapi kondisi lingkungan dan kebutuhan pendampingannya perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan langkah selanjutnya.
Ia mengatakan, Dinas Sosial akan memprioritaskan penanganan yang dinilai paling mendesak, sebelum melanjutkan intervensi terhadap anggota keluarga lainnya.
Kasus keluarga di Pacet tersebut sebelumnya menjadi perhatian setelah pemerintah desa mengungkapkan kondisi rumah yang memprihatinkan, keterbatasan pengasuhan anak, serta dugaan persoalan kesehatan mental pada sejumlah anggota keluarga.
Pemerintah desa sebelumnya juga menyampaikan bahwa warga sekitar masih memberikan bantuan sesuai kemampuan, termasuk makanan dan pemantauan kondisi keluarga.
Baca Juga:Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Polres Tasikmalaya Buka Jalan Kerja bagi Warga SodonghilirTutup Youth Fest 2026, Wabup Tasikmalaya Tantang Pemuda Jadi Garda Terdepan Lawan Kemiskinan dan Kebodohan
Melalui koordinasi lintas instansi, Dinas Sosial Kabupaten Bandung berharap anggota keluarga yang membutuhkan layanan kesehatan dapat memperoleh pemeriksaan yang tepat, sementara kebutuhan dasar, pendidikan, serta pengasuhan anak-anak dapat ditangani secara bertahap.
Adapun dugaan gangguan kesehatan mental pada anggota keluarga tersebut tetap memerlukan pemeriksaan tenaga medis untuk memastikan kondisi dan menentukan bentuk penanganan yang sesuai.
