Hujan Deras Mulai Guyur Cimahi, BPBD Ingatkan Ancaman Longsor dan Rumah Ambruk

ilustrasi musim penghujann (Dimas/Jabarekspres)
ilustrasi musim penghujann (Dimas/Jabarekspres)
0 Komentar

Tanah yang mengering dan kehilangan daya dukung berpotensi memicu pergerakan tanah ketika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

“Perlu diwaspadai daerah-daerah yang mengalami kekeringan panjang, dimana tanah menjadi kering dan berongga dan tutupan atau penghijauan tidak ada maka bisa memicu longsor,” jelasnya.

Menghadapi kondisi cuaca yang berubah-ubah, BPBD meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi bangunan tempat tinggal maupun lingkungan sekitar.

Baca Juga:Bukan Cuma Jaga Kamtibmas, Polres Tasikmalaya Buka Jalan Kerja bagi Warga SodonghilirPembiayaan Emas oleh Gen Z Tembusan 19 persen, BCA Syariah: Jadi Pasar Baru

Pemeriksaan terhadap bagian rumah yang berpotensi rapuh, khususnya atap dan dinding, perlu dilakukan untuk mengurangi risiko kerusakan akibat hujan lebat maupun angin kencang.

“Diharapkan warga periksa kondisi rumah, khususnya struktur bangunan rumah pada bagian atap atau dinding yang berpotensi rapuh dan rawan rusak diterjang angin kencang atau hujan lebat. Segera lakukan perbaikan darurat jika ditemukan kerusakan,” paparnya.

Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan bagi warga yang bermukim di sekitar tebing atau kawasan dengan kemiringan tanah. Retakan pada permukaan tanah maupun kemunculan titik longsor baru harus segera dilaporkan agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas.

“Jika ada tanah retak atau titik longsoran baru agar segera melapor ke BPBD atau aparat pemerintahan setempat,” tutupnya. (Mong)

0 Komentar