JABAR EKSPRES – Wali Kota Cimahi Ngatiyana melepas kontingen Kota Cimahi yang akan berlaga dalam Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII tingkat Provinsi Jawa Barat 2026. Sebanyak 21 santri bersama 11 official disiapkan untuk mengikuti 12 mata lomba yang mencakup bidang akademik, seni, dan olahraga.
Ngatiyana berharap para peserta mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam setiap cabang perlombaan. Menurut dia, persiapan melalui latihan, kerja keras, dan doa menjadi bekal penting untuk menghadapi persaingan di tingkat provinsi.
“Khusus kepada 21 santri peserta lomba dan 11 official yang akan mendampingi kontingen Kota Cimahi, saya pesan, berangkatlah dengan niat yang baik, iringi lah setiap langkah dengan doa, dan jalani setiap proses dengan penuh keyakinan,” ujar Ngatiyana, Jumat (23/10/2026).
Baca Juga:Hari Santri 2026, Bupati Cecep Dorong Pesantren Tasikmalaya Lebih Profesional dan AdaptifTragis! Niat Cari Kayu Bakar, Kakek 65 Tahun di Culamega Tasikmalaya Tewas Terpanggang di Kebun Sendiri
Ia meminta para peserta menjaga sikap selama mengikuti kompetisi. Selain mengerahkan kemampuan secara maksimal, para santri diharapkan menjunjung tinggi sportivitas dan tetap menjaga adab, terlepas dari hasil yang diraih.
“Tunjukkan kemampuan terbaik kalian, jaga adab, junjung tinggi sportivitas, dan tanamkan keyakinan bahwa setiap usaha yang dilandasi kesungguhan akan menjadi nilai kebaikan,” tuturnya.
Ngatiyana juga menyoroti peran madrasah diniyah dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya memiliki pemahaman agama, tetapi juga mampu mengembangkan potensi di berbagai bidang.
“Saya ingin menegaskan bahwa santri madrasah diniyah adalah generasi yang memiliki dasar agama kuat melalui pengajian diniyah, sekaligus memiliki potensi dan kemampuan di luar kegiatan keagamaan,” katanya.
Menurut Ngatiyana, pendidikan madrasah diniyah berperan dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini. Melalui pembelajaran Al-Qur’an, penguatan akidah, dan pembentukan akhlak, para santri diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat.
Di sisi lain, Porsadin menjadi ruang bagi para santri untuk mengembangkan kemampuan akademik, kreativitas, komunikasi, serta keberanian dalam berkompetisi. Ajang ini sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan bakat dan prestasi.
“Inilah generasi yang kita harapkan, kuat imannya, baik akhlaknya, luas wawasannya, dan mampu berprestasi,” kata Ngatiyana.
Baca Juga:Kemarau Panjang Cekik Warga Pesisir Tasikmalaya, 12.000 Liter Air Bersih DisalurkanJaga Keandalan Pasokan Energi, Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga Triwulan III 2026
Dalam kesempatan tersebut, Ngatiyana menitipkan sejumlah pesan kepada kontingen Kota Cimahi. Pertama, para peserta diminta membangun kepercayaan diri dan berjuang secara maksimal. Ia mengingatkan bahwa setiap santri memiliki kesempatan untuk bermimpi besar dan meraih prestasi tertinggi.
