JABAR EKSPRES – Kemarau panjang mulai menyulitkan warga pesisir selatan Kabupaten Tasikmalaya mendapatkan air bersih. Di Kecamatan Cipatujah, keterbatasan pasokan air menjadi persoalan serius karena masyarakat tetap membutuhkan air untuk memasak, mandi, mencuci, hingga memenuhi kebutuhan sanitasi sehari-hari.
Di tengah kondisi tersebut, Forum Koordinasi Taruna Siaga Bencana (FK Tagana) Kabupaten Tasikmalaya berkolaborasi dengan Lazismu Kabupaten Tasikmalaya menyalurkan 12.000 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kampung Cikatu Lampa, Desa Padawaras, Kecamatan Cipatujah, Rabu (21/10/2026).
Bantuan tersebut menjangkau warga di RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, dan RT 05 RW 02, dengan jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai 235 kepala keluarga (KK).
Baca Juga:Jaga Keandalan Pasokan Energi, Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga Triwulan III 2026Bagikan Sembako dan Santuni 150 Anak Yatim, PT MBK Ventura Gandeng OJK Edukasi Keuangan Warga Tanjungsari
Pendistribusian ini menjadi upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar di tengah terbatasnya ketersediaan air akibat kemarau berkepanjangan. Sebab, ketika sumber air mulai mengering, warga harus menghadapi kesulitan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga yang tidak bisa ditunda.
Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan penyaluran air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak kekeringan. Kolaborasi dengan berbagai pihak dilakukan agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi hal mendesak karena berkaitan langsung dengan aktivitas sehari-hari dan kesehatan masyarakat.
Kondisi Cipatujah yang terdampak kekeringan juga sejalan dengan pemetaan kerawanan bencana yang sebelumnya disampaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya.
Dalam pemberitaan Jabar Ekspres pada Mei 2026, BPBD menyebut Cipatujah, Cikalong, dan Karangnunggal sebagai wilayah pesisir yang memiliki kerawanan tinggi terhadap kekeringan ekstrem.
Ancaman tersebut semakin perlu diwaspadai mengingat kekeringan menjadi salah satu bencana yang mendominasi kejadian di Kabupaten Tasikmalaya pada 2026. Data BPBD pada Agustus 2026 mencatat 13 kecamatan dan 18 desa terdampak kekeringan, dengan total 42.205 jiwa atau 10.209 kepala keluarga.
Data tersebut memperlihatkan bahwa persoalan kekurangan air bersih bukan sekadar gangguan musiman, melainkan ancaman yang berulang dan dapat mengganggu kehidupan masyarakat, terutama di wilayah yang rentan mengalami kekeringan.
Baca Juga:Kampanye Telur Baik Sapa Pengunjung PIM 5, ICFA Ajak Konsumen Kenali Telur Ayam Bebas SangkarMemperkuat Kepemimpinan Cartenz Tactical di Om Industri Tactical Lokal Indonesia
Karena itu, bantuan air bersih melalui kolaborasi Tagana dan Lazismu diharapkan dapat meringankan beban warga Kampung Cikatu Lampa. Sinergi berbagai pihak juga diperlukan agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara lebih luas dan berkelanjutan.
