Jabar Ekspres – DPRD Kabupaten Bandung mendorong agar program Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, tetapi juga diikuti pemberdayaan ekonomi bagi orang tua mereka.
Upaya ini diharapkan dapat membantu keluarga keluar dari kemiskinan ekstrem dalam waktu paling lama lima tahun.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung, Hailuki, mengatakan pendidikan anak perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan keluarga.
Baca Juga:Tragis! Niat Cari Kayu Bakar, Kakek 65 Tahun di Culamega Tasikmalaya Tewas Terpanggang di Kebun SendiriKemarau Panjang Cekik Warga Pesisir Tasikmalaya, 12.000 Liter Air Bersih Disalurkan
Menurutnya, orang tua siswa juga harus mendapatkan akses terhadap program bantuan modal, pelatihan keterampilan, hingga perlindungan sosial.
“Anaknya kita sekolahkan, orang tuanya kita berdayakan, sehingga bisa naik kelas dari sisi perekonomian,” kata Hailuki, Kamis (22/10/2026).
Ia menilai, Sekolah Rakyat merupakan salah satu instrumen untuk memutus rantai kemiskinan. Namun, hasilnya akan lebih optimal apabila program pendidikan tersebut terintegrasi dengan berbagai program pemberdayaan yang dijalankan pemerintah pusat maupun daerah.
Hailuki mencontohkan, Pemerintah Kabupaten Bandung memiliki program dana bergulir tanpa agunan dan tanpa bunga yang dapat diarahkan kepada orang tua siswa untuk mendukung pengembangan usaha mereka.
Selain bantuan permodalan, orang tua yang bekerja sebagai buruh kasar maupun pekerja informal juga perlu mendapat dukungan perlindungan sosial, seperti kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan sesuai kebutuhan.
“Jadi memang harus kita inline-kan supaya tujuan dari kita bersama memutus rantai kemiskinan itu benar-benar bisa terwujud,” ujarnya.
Menurut Hailuki, upaya tersebut penting karena Kabupaten Bandung masih memiliki sekitar 200.000 warga yang masuk kategori miskin.
Baca Juga:Jaga Keandalan Pasokan Energi, Nusantara Regas Salurkan 33 Kargo LNG hingga Triwulan III 2026Bagikan Sembako dan Santuni 150 Anak Yatim, PT MBK Ventura Gandeng OJK Edukasi Keuangan Warga Tanjungsari
Ia berharap integrasi pendidikan dan pemberdayaan ekonomi dapat membantu menekan jumlah warga miskin secara bertahap.
Selain pemberdayaan orang tua, Hailuki menekankan pentingnya ketepatan sasaran penerima manfaat Sekolah Rakyat. Ia berharap siswa yang diterima di sekolah tersebut benar-benar berasal dari keluarga yang memenuhi kriteria desil satu dan dua serta sesuai dengan kondisi ekonomi faktual.
Menurutnya, program ini harus menjangkau anak-anak yang paling membutuhkan akses pendidikan agar mereka memiliki kesempatan memperbaiki masa depan tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
Hailuki juga menyebut DPRD dapat membantu masyarakat yang mengalami kendala dalam memperbarui data kesejahteraan. Warga yang merasa tingkat kesejahteraannya tercatat tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya dapat mengajukan sanggahan melalui mekanisme yang tersedia.
