JABAR EKSPRES – Kementerian Koperasi menilai kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di tengah masyarakat akan sangat membantu, bahkan dapat menghemat pengeluaran rumah tangga hingga Rp300 ribu per bulan.
Klaim itu disampaikan Sekretaris Kementerian Koperasi (Kemenkop) Ahmad Zabadi, pada Wisuda Ke-34 Universitas Nusa Bangsa di Bogor, Sabtu (17/10).
Menurutnya, potensi penghematan belanja rumah tangga itu lantaran KDMP menjadi sarana penyaluran berbagai komoditas bersubsidi, sehingga belanja akan lebih hemat.
Baca Juga:IHSG Anjlok, Indonesia Terancam Masuk Standalone Market?Keji! Ayah Kandung di Tasikmalaya Diduga Rudapaksa Anak Selama 2 Tahun
KDMP akan menjadi salah satu saluran distribusi komoditas bersubsidi, seperti LPG 3 kilogram, beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Minyakita, serta pupuk bersubsidi.
“Setiap keluarga nanti diperkirakan dapat menghemat rata-rata sekitar Rp200.000–Rp300.000 per bulan karena seluruh komoditas bersubsidi akan disalurkan melalui KDKMP,” mengutip keterangan pers melalui ANTARA, Senin (19/10/2026).
Penyaluran komoditas bersubsidi melalui KDMP tersebut, kata dia, dilakukan untuk memastikan komoditas tersebut te[pat sasaran kepada masyarakat yang berhak.
Itu mengingat harga barangnya telah disesuaikan dengan kebijakan pemerintah. Skema ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi beban pengeluaran rumah tangga.
Selain sebagai saluran distribusi barang bersubsidi, KDMP diproyeksikan menjadi offtaker atau penyerap produk masyarakat desa.
Melalui fungsi tersebut, koperasi diharapkan dapat menyerap hasil pertanian, perikanan dan produk usaha masyarakat sehingga produsen memiliki kepastian pasar dan harga.
Zabadi mengatakan koperasi juga diarahkan menyerap komoditas ketika harga mengalami tekanan. Untuk beras, misalnya, penyerapan diharapkan dapat dilakukan ketika harga hasil panen berada di bawah harga yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga:Bupati Cecep: Akhir 2026 SOR Kaliki dan Jembatan Penghubung Ditarget Tuntas dan FungsionalBakar Sampah Berujung Hanguskan Kios Pandai Besi di Cintawana-Tasikmalaya, Kerugian Capai Puluhan Juta
Di sisi lain, KDMP diproyeksikan menjadi bagian dari infrastruktur penyaluran program pemerintah di tingkat desa dan kelurahan, termasuk bantuan pangan, pembiayaan, serta alat dan mesin pertanian.
Kemenkop menilai keberadaan koperasi di tingkat lokal dapat membantu meningkatkan efektivitas distribusi program sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai kebutuhan dan layanan ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Zabadi menyebut KDMP berpotensi membuka 1 juta–1,5 juta lapangan kerja apabila lebih dari 83.000 koperasi yang menjadi basis proyeksi tersebut masing-masing membutuhkan rata-rata 10–17 tenaga kerja.
Ia juga mendorong perguruan tinggi dan lulusan sarjana berpartisipasi dalam pengembangan koperasi melalui riset, inovasi, dan penguatan model bisnis di daerah.
