JABAR EKSPRES – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir kunjungi rumah duka keluarga Yogi Saparudin (34), di Dusun Marasa, Desa Cisalak, Kecamatan Cisarua pada Jumat (16/10/2026) petang.
Yogi yang merupakan pengemudi taksi online itu, ditemukan sudah meninggal dunia usai nyawanya dihabisi oleh dua orang tersangka berinisial ADS (34) dan MIN (17) pada Sabtu (10/10/2026) lalu.
Pantauan Jabar Ekspres, Bupati Sumedang ketika berada di rumah duka sempat berbincang dengan istri korban, lalu melafalkan doa bersama untuk Yogi Saparudin.
Baca Juga:Motif Ekonomi Berujung Pembunuhan, Pelaku Diduga Rencanakan Pembunuhan Sopir Taksi Online Yogi di SumedangTanggapi Kasus Pembunuhan Ibu Tiri di Panyileukan, Begini kata Pakar Hukum Pidana UNISBA
“Saya ingin menyampaikan kepada keluarganya, anaknya, punya istri, anaknya lima. Nggak kebayang, masih kecil-kecil, yang harus dinafkahi oleh ibunya sekarang,” kata Dony ketika dijumpai di lokasi.
“Atas peristiwa ini, harus menjadi pelajaran bagi semuanya. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi,” tambahnya.
Mengingat kedua pelaku pembunuhan sudah berhasil ditangkap Polisi, Dony memaparkan, agar para tersangka dapat diberikan hukuman yang setimpal.
“Kemudian, pelaku diberikan hukuman yang setimpal dengan perbuatannya, seadil-adilnya,” paparnya.
Selain itu, Dony juga mengingatkan masyarakat, dalam hal ini para pengemudi ojek maupun taksi online agar dapat semakin berhati-hati menjaga keamanan.
Bupati menambahkan, guna meningkatkan rasa aman, pihaknya akan berupaya membuat jaminan kesehatan ketenagakerjaan bagi pengemudi online.
“Dan tadi pun ada beberapa hal yang saya sampaikan kepada pemimpin driver online untuk dibuat BPJS juga. Di sana ada jaminan juga untuk kecelakaan dan untuk kematian,” bebernya.
Dony kembali mengingatkan, atas terjadinya peristiwa ini masyarakat diminta untuk saling peduli, agar ketika melihat hal mencurigakan dapat segera melaporkannya kepada pihak berwajib.
Baca Juga:Wajib Halal 2026 Jadi Peluang Industri Nasional Tingkatkan Daya SaingKomdigi Susun Formula Tarif Pengantaran Barang dan Makanan, Target Terbit Akhir 2026
“Tapi yang jelas, dengan peristiwa ini, betul-betul kita harus terus menjaga keamanan diri kita, keamanan masyarakat, keamanan lingkungan. Mudah-mudahan tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini,” ujar Bupati.
“Terima kasih kepada kepolisian dan semua pihak yang telah bisa menangkap pelakunya dengan cepat,” lanjutnya.
Korban yang telah tiada kini meninggalkan istri serta lima orang anak. Mengetahui hal itu, Dony akan mengarahkan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) untuk menggulirkan program.
“Pertama, ibu ini kan sekarang sudah ditinggalkan suaminya. Berarti seorang diri mengurus anaknya. Dan pemerintah harus hadir untuk itu,” ucapnya.
