Singaparna Dibersihkan, Sampah Disulap Jadi Duit hingga PKL Ditata

Singaparna Dibersihkan, Sampah Disulap Jadi Duit hingga PKL Ditata
Bupati, Sekda, Ketua PKK serta Kepala OPD turun langsung aksi bersih-bersih sampah. Foto : Humas Pemkab
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya tak ingin wajah ibu kota kabupaten sekadar terlihat bersih, tetapi juga produktif. Penataan Singaparna kini diarahkan lebih luas, mulai dari penertiban pedagang kaki lima (PKL), pembenahan kawasan publik, hingga rencana mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi.

Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menegaskan, pembenahan dilakukan menyeluruh, termasuk trotoar, Alun-Alun Singaparna, dan kebersihan lingkungan perkotaan. Gerakan bersih-bersih pun digelorakan setiap Jumat hingga tingkat kecamatan.

“Kami instruksikan Pak Sekda dan Asda III untuk menata dan membersihkan wajah Kabupaten Tasikmalaya. Jangan buang sampah sembarangan, penataan PKL supaya lebih rapi,” kata Cecep, Senin (12/10/2026).

Baca Juga:Siswi SMK di Tasikmalaya Hilang Misterius, Polisi Turun TanganTarget Tambah Kursi di Pemilu 2029, PKB Tasikmalaya Siapkan 5.096 Pengurus Ranting

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Kurniawan, mengatakan gerakan tersebut merupakan bagian dari program Tasik Hejo dengan filosofi 3L, yakni jaga lembur, jaga leuweung, dan jaga lewi.

Namun, Pemkab kini tak hanya fokus pada kerja bakti. Pengelolaan sampah dari sumbernya menjadi perhatian, termasuk rencana peningkatan TPA Nangkaleah menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) modern.

Sampah nantinya akan dipilah dan diolah menjadi produk bernilai ekonomi, salah satunya Refuse Derived Fuel (RDF) atau bahan bakar alternatif. Pemkab mengupayakan pembangunan TPST Nangkaleah mulai Januari mendatang.

“Jika sebelumnya di TPA Nangkaleah sampah hanya dibuang dan dibakar, nantinya sampah akan kita pilah dan diolah menjadi produk bernilai ekonomi,” ujar Kurniawan.

Penataan juga menyasar saluran irigasi di kawasan perkantoran Gebu yang direncanakan terintegrasi dengan zona kuliner bagi UMKM dan PKL. Konsep ini diharapkan membuat kawasan lebih tertib sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat.

Wakil Bupati Tasikmalaya Asep Sopari Al-Ayubi menyebut gerakan kebersihan telah berjalan sejak awal kepemimpinan bersama Cecep. Kini, upaya tersebut diperkuat dengan penanganan sampah agar tidak mengganggu pemandangan maupun mencemari udara.

Respons positif datang dari warga. Aris, salah seorang warga, menilai penataan mulai terlihat di sejumlah titik, termasuk kawasan Alun-Alun dan Pasar Singaparna.

Baca Juga:Penulis Tasikmalaya Yuni Widiawati Luncurkan Novel "Untuk Dirandra", Angkat Kisah Luka dan Perjuangan Cinta68 Bencana Terjadi di Kabupaten Tasikmalaya Sepanjang September

“Walau masih banyak PR, tapi paling tidak sudah mulai tertata. Kayak Alun-Alun sekitar Pasar Singaparna kan jadi enak dilihat,” katanya.

0 Komentar