JABAR EKSPRES – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Tasikmalaya mulai memanaskan mesin politik menuju Pemilu 2029. Tak sekadar memperkuat struktur organisasi, partai berlambang bola dunia dan sembilan bintang itu membidik penambahan kursi legislatif setelah raihan suara pada Pemilu 2024 meningkat, tetapi belum berbanding lurus dengan jumlah kursi di DPRD.
Langkah konsolidasi tersebut ditandai dengan pengukuhan 63 pengurus Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Tasikmalaya masa bakti 2026–2031 di Hotel Alhambra, Singaparna, Minggu (11/10/2026). Kegiatan diawali orientasi politik sebagai bekal kader menghadapi dinamika regulasi dan persaingan politik menjelang kontestasi lima tahunan mendatang.
Pengukuhan dilakukan anggota DPR RI Fraksi PKB, Oleh Soleh, mewakili Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB. Sejumlah perwakilan partai politik di Kabupaten Tasikmalaya turut menghadiri kegiatan tersebut.
Baca Juga:Jaga Kinerja dan Nilai bagi Pemegang Saham, PGN Raih Capital Market Excellence Awards 2026Youth Fest 2026 KNPI Tasikmalaya, Pemuda Diajak Unjuk Potensi
Dalam kepengurusan baru, H Iip Miftahul Faoz menjabat Ketua Dewan Syuro DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya. Sementara itu, H Ami Fahmi kembali dipercaya sebagai Ketua DPC, didampingi M Rilah Sahrul Mubarok sebagai sekretaris dan Moh Hakim Zaman sebagai bendahara.
Ketua DPC PKB Kabupaten Tasikmalaya, Ami Fahmi, mengatakan pembentukan kepengurusan telah melalui proses panjang, mulai dari uji kompetensi hingga musyawarah cabang. Meski jajaran pimpinan Syuro dan Tanfidziyah telah dilantik di Jakarta pada 23 Juli 2026, penataan seluruh struktur baru dituntaskan melalui pengukuhan tersebut.
Menurut Ami, seluruh pengurus wajib mengikuti orientasi politik dan proses pengaderan agar memiliki kapasitas serta pemahaman yang memadai dalam menjalankan tugas organisasi.
“Seluruh pengurus yang berjumlah 63 orang diwajibkan mengikuti orientasi politik dan pengaderan terlebih dahulu. Ini bagian dari penertiban internal partai. Kita tidak bisa menunjuk pengurus yang belum terkader dengan baik,” ujar Ami.
Ami mengakui, tantangan PKB Kabupaten Tasikmalaya ke depan bukan sekadar mempertahankan soliditas internal, melainkan memastikan peningkatan dukungan masyarakat dapat dikonversi menjadi tambahan kursi legislatif.
Pada Pemilu 2024, perolehan suara PKB Kabupaten Tasikmalaya meningkat dari sekitar 138.000 menjadi 155.000 suara. Namun, tambahan lebih dari 16.000 suara tersebut belum mampu mendongkrak jumlah kursi partai di DPRD Kabupaten Tasikmalaya.
Kondisi itu menjadi bahan evaluasi untuk membenahi strategi politik, memperluas jangkauan pelayanan masyarakat, sekaligus memperkuat organisasi hingga tingkat desa dan kelurahan.
