JABAR EKSPRES – Dunia sastra Tanah Air kembali kedatangan karya baru dari seorang penulis daerah. Yuni Widiawati, penulis asal Tasikmalaya, resmi menghadirkan novel terbarunya yang berjudul “Untuk Dirandra”.
Buku ini diterbitkan oleh CV Detak Pustaka dan menyuguhkan kisah romantis yang sarat akan konflik batin serta perjuangan mempertahankan hubungan.
Novel “Untuk Dirandra” mengangkat tema pertemuan tak terduga yang berujung pada luka masa lalu, perbedaan, dan ujian dalam sebuah hubungan.
Baca Juga:Kampanye Lalulintas Unik, Satlantas Polres Tasikmalaya Beri Hadiah Anak Pakai HelmPemerintah Bidik Konten Digital Jadi Sumber Ekonomi?
Cerita ini berpusat pada tokoh utama bernama Widi, seorang perempuan yang harus menerima kenyataan pahit ketika hubungannya dengan sang tunangan berakhir akibat pengkhianatan. Kondisi tersebut membuat Widi berada di titik terendah dalam hidupnya.
Namun, sebuah peristiwa tak terduga mengubah arah cerita. Sebuah saputangan biru menjadi awal pertemuan Widi dengan seorang lelaki asing yang belum dikenalnya.
Pertemuan itu rupanya menjadi pintu masuk bagi kehadiran Dira, sosok yang perlahan mampu memberikan warna baru dalam kehidupan Widi. Setelah sebelumnya merasakan sakit hati, Widi kembali menemukan kebahagiaan dan keberanian untuk membuka hati.
Meski demikian, perjalanan Widi dan Dira tidak berjalan mulus. Berbagai tantangan dan konflik menghadang kebahagiaan yang sempat mereka rasakan.
Novel ini menggambarkan bagaimana sebuah hubungan diuji oleh luka, perbedaan, pilihan, dan berbagai kenyataan yang tidak mudah untuk dilalui.
Melalui alur tersebut, “Untuk Dirandra” tidak hanya menyajikan romantisme, tetapi juga refleksi tentang ketahanan sebuah hubungan saat menghadapi badai ujian.
Yuni Widiawati menyatakan bahwa menulis merupakan salah satu ruang baginya untuk menuangkan imajinasi dan menghadirkan cerita yang dapat dinikmati pembaca. Novel ini juga menjadi bentuk perjalanan kreatifnya dalam dunia kepenulisan. Kehadiran karya ini diharapkan dapat memperkaya pilihan bacaan fiksi sekaligus memperkenalkan karya penulis dari daerah kepada pembaca yang lebih luas.
Baca Juga:Pengembangan Energi Bakal Manfaatkan Lahan Terdegradasi, Benarkah?Harga Cabai Rawit Meroket, Picu Inflasi Akhir Tahun?
“Menulis menjadi salah satu ruang bagi saya untuk menuangkan imajinasi dan menghadirkan cerita yang dapat dinikmati pembaca,” kata Yuni Widiawati. (CEP)
