JABAR EKSPRES – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mulai mencari alternatif pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di tengah rencana penutupan TPA Sarimukti.
Salah satu upaya yang ditempuh ialah menjajaki investasi untuk pengembangan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Pasirbuluh di Kecamatan Lembang.
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengatakan, proyek TPST Pasirbuluh menjadi salah satu proyek unggulan yang ditawarkan melalui ajang West Java Investment Challenge (WJIC) 2026. Dalam forum tersebut, Pemkab Bandung Barat menggelar pertemuan dengan sejumlah calon investor dan mitra strategis.
Baca Juga:Youth Fest 2026 KNPI Tasikmalaya, Pemuda Diajak Unjuk PotensiRencana Lanjutan Pembangunan SOR Mangunreja, DPRD : Anggaran Besar, Tak Boleh Asal Jadi!
“Dalam sesi business matching, terdapat lima pertemuan intensif bersama calon investor dan mitra strategis untuk menjajaki investasi di TPST Pasirbuluh,” kata Jeje, Jumat (9/10/2026).
Sejumlah pihak yang mengikuti pertemuan tersebut di antaranya JFE Engineering Corporation, Tigadelapan Investama Group, Enterprise Singapore, PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), dan DS Public Speaking Center.
Jeje menyambut positif ketertarikan para calon investor terhadap proyek tersebut. Menurutnya, minat dari sejumlah pihak, termasuk mitra perdagangan internasional, membuka peluang bagi pengembangan pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomi.
“Ketertarikan ini menunjukkan bahwa persoalan sampah di Bandung Barat tidak hanya dipandang sebagai masalah lingkungan, tetapi juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi peluang investasi,” ujarnya.
Ia berharap, pengembangan TPST Pasirbuluh nantinya tidak hanya membantu mengurangi persoalan sampah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) KBB Ibrahim Aji mengatakan, TPST Pasirbuluh yang berlokasi di Desa Cikidang, Kecamatan Lembang, disiapkan sebagai salah satu upaya mengantisipasi rencana penutupan TPA Sarimukti.
Menurutnya, ketergantungan pada tempat pengolahan sampah di luar wilayah dapat berdampak pada peningkatan biaya pengelolaan. Jika seluruh sampah KBB harus dibuang ke TPPAS Legok Nangka, biaya pengolahan diperkirakan meningkat hingga lima kali lipat.
Baca Juga:Renovasi Stadion Kaliki Dilanjutkan, Aktivis dan KONI Desak Standar PSSICegah Risiko Gempa, Rapid Indonesia, Semut Tangsel, dan IEA Edukasi Siswa PKBM Binar
“TPST Pasirbuluh diharapkan menjadi solusi terintegrasi untuk mengolah sampah dari wilayah utara, meliputi Kecamatan Lembang, Parongpong, dan Cisarua, dengan pendekatan ekonomi sirkular,” kata Ibrahim.
“Melalui pendekatan tersebut, sampah diharapkan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mengurangi beban lingkungan,” sambungnya.
