Sumur Gali Warga Karangnunggal-Tasikmalaya Mengering, 24 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan

Sumur Gali Warga Karangnunggal-Tasikmalaya Mengering, 24 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan
Warga Karangnunggal antre bantuan air bersih. Foto: Dok. Tagana
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kekeringan mulai membuat warga di sejumlah wilayah Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, kelimpungan. Sumur-sumur gali yang selama ini menjadi andalan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari kini mulai mengering.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga tak lagi bisa mengandalkan sumber air yang berada di sekitar rumah. Untuk kebutuhan minum, memasak, hingga keperluan rumah tangga lainnya, mereka terpaksa menunggu bantuan pasokan air bersih.

Situasi itu mendorong Forum Koordinasi (FK) Tagana Kabupaten Tasikmalaya bersama Yayasan Real Action Bandung turun langsung menyalurkan bantuan air bersih.

Baca Juga:Water Cannon Polres Tasikmalaya Tak Lagi Hadapi Massa, Kini Datangi Emak-Emak yang Perlu Air BersihSumur Kering Sejak Juni, Warga Cijulang Ciamis Kembali Terima Bantuan Air Bersih dari BPBD dan PDAM

Sebanyak 24.000 liter air bersih didistribusikan ke sejumlah titik yang mengalami keterbatasan pasokan air di Kecamatan Karangnunggal, Senin (5/10/2026).

Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Jembar Adisetya, mengatakan bantuan tersebut diberikan karena kebutuhan air bersih masyarakat semakin mendesak seiring mengeringnya sumber air warga.

“Warga yang selama ini mengandalkan sumur gali sekarang sudah mulai kesulitan karena banyak sumur yang mengering. Air bersih menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk aktivitas sehari-hari,” kata Jembar, Senin.

Menurutnya, bantuan air bersih kali ini disalurkan ke beberapa titik di tiga desa. Di antaranya Kampung Cikupa RT 16/RW 12 dan Kampung Pasirgabag RT 12/RW 06, Desa Cikupa.

Kemudian Kampung Cipertani RT 05/RW 08 dan Kampung Rancakacapi RT 08/RW 04, Desa Karangmekar. Sementara di Desa Karangnunggal, distribusi dilakukan di Kampung Rancajengkol RT 04 dan RT 06/RW 05.

Jembar menuturkan, pendistribusian air tersebut diharapkan dapat sedikit meringankan beban warga yang kini harus mencari sumber air alternatif akibat sumur di lingkungannya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan.

“Ini bentuk respons kami bersama Yayasan Real Action Bandung terhadap kondisi masyarakat. Mudah-mudahan air yang disalurkan bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar warga,” ujarnya.

Baca Juga:Kemarau Panjang, Polres Cimahi Gelontorkan 8.000 Liter Air Bersih Setiap HariSumur Mengering, Warga Bojonggambir-Tasikmalaya Rela Antre Demi Air Bersih

Ia menambahkan, Tagana akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memantau wilayah yang mengalami krisis air bersih.

Sebab, persoalan kekeringan tidak hanya menyangkut kebutuhan air untuk minum dan memasak, tetapi juga menyentuh berbagai aktivitas rumah tangga masyarakat yang selama ini bergantung pada sumber air lokal.

“Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat yang kesulitan air bisa mendapatkan pasokan. Kami akan terus melihat wilayah mana saja yang membutuhkan bantuan,” kata Jembar.

0 Komentar