Dedi menjelaskan, keberadaan berbagai sektor tersebut nantinya dapat memberikan dampak secara simultan. Jika berbagai industri dan fasilitas pendukung berada dalam satu kawasan, maka akan terbentuk siklus perdagangan yang berkaitan dengan industri kedirgantaraan.
Di sisi lain, pengelola BIJB Kertajati juga tengah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung rencana besar tersebut. Salah satunya adalah meningkatkan penyertaan modal dasar dari sebelumnya Rp2,5 triliun menjadi Rp8 triliun.
Rencana peningkatan penyertaan modal tersebut saat ini masih berproses di DPRD Jawa Barat. Nantinya, salah satu bentuk penyertaan modal dapat berupa inbreng atau aset tanah yang diharapkan mampu menunjang pengembangan kawasan BIJB Kertajati. (son)
