“Poster bukan saya, cuma narasinya yang kedua Buya yang nulis,” tambahnya.
Menurut Ade, munculnya unggahan yang menggunakan foto serta mencatut nama tanpa persetujuan, dinilai dapat berpotensi menimbulkan persoalan baru jika masyarakat langsung mempercayai narasi di dalamnya.
Dia menduga, ada pihak yang sengaja membuat narasi tersebut untuk memojokkan dirinya, sekaligus melemahkan perjuangan elemen masyarakat yang tergabung dalam Koalisi 99 Peduli Sumedang.
Baca Juga:Dikaitkan dengan Poster Diduga Hina Bupati-Wabup Sumedang, Abuya Cimanggung Buka Suara Soal Narasi Diduga Menghina Bupati dan Wabup Sumedang, Abuya Cimanggung Bersumpah Tak Buat Poster
Ade mengaku, tidak mengetahui pihak yang membuat narasi bermuatan penghinaan dengan menggunakan foto serta mencatut namanya tersebut.
“Jangan sampai perbedaan pandangan justru membuat anak bangsa saling berhadapan. Kita harus tabayun dan mencari kebenaran berdasarkan fakta,” bebernya.
Sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas, Ade berujar, dia bersama Pembina Koalisi 99 Peduli Sumedang telah melakukan tabayun, dengan menemui Ketua MUI Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, di kantor MUI Kecamatan Cimanggung.
“Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah untuk meluruskan informasi dan menghindari berkembangnya kesalahpahaman akibat narasi yang beredar di media sosial,” ujarnya.
Menurut Ade, langkah tabayun tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan yang berkembang tidak hanya perlu dijawab melalui media sosial, tetapi juga melalui komunikasi langsung dan klarifikasi kepada pihak-pihak terkait.
“Beredarnya poster yang menyudutkan saya, tidak membuat semangat perjuangannya surut,” ucapnya.
Ade menyatakan bahwa persoalan tersebut semakin menguatkan tekadnya untuk terus bersama Koalisi 99 Peduli Sumedang, menyuarakan amar ma’ruf nahi mungkar, dengan tetap mengedepankan ketertiban, tabayun, dan kepentingan masyarakat.
Baca Juga:Pria yang Mengaku Abuya Cimanggung Dikaitkan dengan Narasi Diduga Hina Bupati-Wabup Sumedang, MUI Buka SuaraKDM Buka-bukaan soal Polemik Wabup Sumedang: Pastikan Pelecehan Seksual dan Penganiayaan Tak Pernah Ada
“Bagi saya, perjuangan tersebut bukan tentang kepentingan pribadi, melainkan bagaimana Sumedang tetap kondusif dan masyarakat memperoleh informasi yang benar,” ungkapnya.
“Poster seperti itu jangan dijadikan alat untuk memecah belah. Justru ini menjadi semangat bagi kami untuk terus mengawal kebenaran dan keadilan dengan cara yang baik, agar Sumedang kondusif dan masyarakat tidak terjebak berita hoaks,” lanjut Ade.
Dalam hal ini, Ade mengajak masyarakat untuk tidak mudah membagikan poster, foto, video, maupun narasi yang belum diketahui sumber dan kebenarannya.
Dia menilai, di tengah perkembangan teknologi AI, sebuah foto dapat diedit dan ditempatkan dalam narasi tertentu sehingga menimbulkan kesan seolah-olah seseorang benar-benar membuat atau menyampaikan pernyataan tersebut.
