Pakar Unpad: Program LUTD PLN UID Jabar Perlu Sesuaikan Karakter Wilayah

Pakar Unpad: Program LUTD PLN UID Jabar Perlu Sesuaikan Karakter Wilayah
Pakar Unpad: Program LUTD PLN UID Jabar Perlu Sesuaikan Karakter Wilayah
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pakar Kebijakan Publik Universitas Padjadjaran (Unpad), Yogi Suprayogi, menilai program Light Up the Dream (LUTD) perlu dikembangkan dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan masing-masing wilayah. Langkah tersebut dinilai penting agar perluasan akses listrik dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Listrik ini sangat penting di era saat ini. Di desa misalnya, paling miskin pun biasanya untuk melakukan sesuatu itu pasti berinteraksi dengan listrik,” kata Yogi.

Menurut Yogi, listrik kini menjadi kebutuhan dasar yang menopang berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari penerangan, komunikasi, pendidikan, hingga kegiatan ekonomi. Karena itu, pemerataan akses listrik perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi dan tantangan di setiap wilayah.

Baca Juga:Perkuat Inovasi Transisi Energi, PGN Raih Platinum Award InTechSEA 2026Bukan Sekadar Penghargaan, Inovasi Satlantas Polres Tasikmalaya Berbuah Apresiasi Polda hingga Polri

Ia menjelaskan, kondisi geografis, jarak, serta ketersediaan infrastruktur menjadi sejumlah faktor yang memengaruhi penyediaan listrik. Wilayah yang sulit dijangkau, misalnya, membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan daerah yang telah terhubung dengan jaringan listrik utama.

Yogi mencontohkan daerah yang masih mengandalkan generator berbahan bakar diesel. Biaya operasional dapat menjadi kendala, terutama apabila pasokan bahan bakar harus didatangkan ke wilayah dengan akses transportasi terbatas.

Karena itu, menurut dia, pemerataan listrik perlu didukung diversifikasi sumber energi dengan mempertimbangkan potensi dan kebutuhan lokal.

“Sebetulnya kita harus diversifikasi. Tidak bisa hanya mengandalkan batu bara,” ujarnya.

Ia menambahkan, potensi energi surya, hidro, air laut, hingga energi dari sampah dapat dikaji sebagai alternatif sesuai kondisi dan kelayakan masing-masing wilayah. Sistem kelistrikan mandiri juga bisa menjadi pilihan bagi daerah yang sulit dijangkau jaringan listrik, dengan tetap memperhatikan aspek teknis, ekonomi, dan keberlanjutan.

Dalam konteks program LUTD di lingkungan PLN UID Jawa Barat, pendekatan berbasis karakteristik wilayah dinilai dapat membantu memastikan bantuan akses listrik sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Keterlibatan pemerintah daerah juga diperlukan karena memiliki informasi mengenai kondisi geografis, sosial, serta potensi ekonomi masyarakat setempat.

“Pemerintah daerah juga harus dilibatkan dalam penyediaan energi, terutama di daerah yang memang belum mampu dilayani secara optimal,” katanya.

Baca Juga:Listrik Jampang Kulon Dinilai Berpotensi Tarik Investasi di Selatan Jawa BaratMONDIAL Rayakan HUT ke-47, Pamerkan 70 Karya Perhiasan Mewah dalam Koleksi MONDIAL Gala

Selain ketersediaan infrastruktur, Yogi menilai keterjangkauan biaya listrik juga perlu menjadi perhatian. Dukungan pemerintah dan program sosial perusahaan dapat diarahkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan berdasarkan pemetaan kondisi di lapangan.

0 Komentar