Melalui Pojok Pengawasan, Bawaslu Kota Banjar berharap budaya pengawasan partisipatif dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Pengawasan pemilu tidak berhenti pada momentum tahapan pemilu, tetapi menjadi bagian dari kesadaran masyarakat dalam menjaga kualitas demokrasi. Di masa non-tahapan ini, Bawaslu ingin memaksimalkan upaya penumbuhan kesadaran kolektif tentang pentingnya partisipasi dalam kehidupan berdemokrasi. Kehadiran Pojok Pengawasan di Perpusda diharapkan menjadi katalisator bagi masyarakat Kota Banjar untuk lebih peduli dan terlibat dalam setiap proses demokrasi.
“Semoga di masa nontahapan ini bisa kita maksimalkan untuk menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya partisipasi dalam kehidupan berdemokrasi,” katanya. (CEP)
