“Waktu kita dapat free throw tapi nggak masuk semua itu aku sudah takut banget. Untungnya mereka (Trimulia) juga nggak ambil timeout dan langsung nyerang,” ceritanya.
Ketegangan baru sedikit mereda ketika tembakan terakhir Trimulia gagal.
“Nah, itu masih takut kan. Tapi pas tembakannya anak Trimulia nggak masuk itu aku kayak lega banget,” lanjutnya.
Bagi Fatih, keberhasilan Fivers mencapai final juga tidak lepas dari perubahan suasana dibandingkan musim sebelumnya. Tahun lalu, Fatih juga menjadi bagian dari skuad Fivers yang tampil di babak Championship.
Baca Juga:Gagal di Final Sebelumnya, GPS Bandung Bawa Misi Revans Lawan Penabur CirebonSempat Terancam Comeback, Fivers Singkirkan Trimulia dan Tembus Final DBL West Java
“Tahun lalu itu kami lebih yakin bisa sampai final karena ada Fathy (Fathy Muhammad) yang pernah terpilih All-Star. Tahun ini kami nothing to lose saja,” terangnya.
Justru dengan pendekatan tanpa beban tersebut, Fivers mampu melangkah lebih jauh. Pada laga kontra Trimulia, Fatih menjadi salah satu pemain penting dari bangku cadangan. Ia menyumbangkan 8 poin untuk Fivers.
Sementara itu, Bimo Aria menjadi pencetak angka terbanyak Fivers dengan torehan 11 poin. Kemenangan 41-40 atas Trimulia memastikan Fivers mendapatkan satu tempat di Final DBL West Java.
