Selamat dari KM Virgo, Faisal 5 Jam Terombang-ambing Sebelum Diselamatkan

Selamat dari KM Virgo, Faisal 5 Jam Terombang-ambing Sebelum Diselamatkan
Kepala Disnakertrans KBB Yoppi Indawan Iskandar (kiri), saat menjemput Faisal Weskurni (25) Warga Kampung Parakan Tolok, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta korban KM Virgo Transport yang tenggelam. Dok istimewa
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Lima jam terombang-ambing di tengah laut harus dilalui Faisal Weskurni (25) setelah KM Virgo Transport 8 yang ditumpanginya tenggelam dalam perjalanan menuju Kalimantan Tengah.

Warga Kampung Parakan Tolok, Desa Wangunsari, Kecamatan Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat (KBB), itu menjadi salah satu penumpang yang berhasil selamat dalam insiden yang terjadi pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 01.30 WITA.

Saat kejadian, Faisal tengah melakukan perjalanan seorang diri menuju Kalimantan Tengah untuk bekerja di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan kontrak kerja selama satu tahun.

Baca Juga:Ratusan Warga Bandung Barat Bakal Tempati Hunian Lebih LayakImbas Kemarau Panjang, Produksi Ikan di Bandung Barat Anjlok 902 Ton

Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi pengalaman yang nyaris merenggut nyawanya. Faisal mengaku masih terjaga dan sedang merokok ketika tiba-tiba mendengar suara ledakan dari sisi kiri kapal.

“Saya waktu itu masih belum tidur, sedang merokok. Tiba-tiba terdengar suara ledakan dari sebelah kiri kapal, kemudian kapal mulai miring. Saya langsung mengambil pelampung,” kata Faisal saat dihubungi, Senin (21/9/2026).

Setelah kapal mulai miring, kondisi di dalam kapal berubah menjadi kepanikan. Faisal kemudian berusaha menuju bagian atas kapal sambil membawa pelampung untuk menyelamatkan diri.

“Setelah ambil pelampung, saya langsung naik ke atas kapal. Di situ banyak orang yang minta tolong, sementara sebagian lainnya sudah tercebur ke laut,” ujarnya.

Faisal mengatakan, kondisi laut saat itu cukup berombak. Ia memperkirakan tinggi gelombang mencapai sekitar 2,5 hingga 3 meter. Meski demikian, menurutnya, cuaca ketika kejadian tidak sedang hujan.

“Kalau ombak memang cukup besar, sekitar 2,5 sampai 3 meter. Tapi waktu itu cuacanya baik dan tidak sedang hujan,” tuturnya.

Di tengah situasi darurat tersebut, Faisal mengaku tidak mendengar alarm maupun sirene yang menandakan kapal dalam kondisi bahaya. Padahal, menurutnya, masih banyak penumpang yang sedang tertidur.

Baca Juga:76 Dapur MBG di Bandung Barat Belum Kantongi SLHSAbu Vulkanik Diduga Sampai Bandung Barat, Warga Diimbau Pakai Masker

“Sepengetahuan saya tidak ada alarm atau sirene yang memberi tahu kapal akan tenggelam. Padahal banyak penumpang masih tidur,” ucap Faisal.

Setelah kapal benar-benar tenggelam, Faisal harus bertahan di tengah laut dengan menggunakan pelampung. Ia terombang-ambing selama sekitar lima jam sebelum akhirnya menemukan pertolongan.

0 Komentar