“Saya sekitar lima jam terombang-ambing di laut sampai akhirnya diselamatkan kapal tongkang,” katanya.
Faisal kemudian dibawa menggunakan kapal tongkang menuju daratan dan selanjutnya menuju posko penyelamatan. Ia tiba di lokasi tersebut sekitar pukul 18.00 waktu setempat.
Hingga Sabtu (19/9/2026), sebanyak 117 korban dari total 243 penumpang yang tercatat dalam manifes kapal telah ditemukan. Dari jumlah tersebut, 108 orang berhasil selamat, sementara sembilan lainnya meninggal dunia. Pencarian terhadap korban yang belum ditemukan masih dilakukan oleh tim SAR.
Baca Juga:Ratusan Warga Bandung Barat Bakal Tempati Hunian Lebih LayakImbas Kemarau Panjang, Produksi Ikan di Bandung Barat Anjlok 902 Ton
Setelah kembali ke Kabupaten Bandung Barat, Faisal berharap musibah tersebut menjadi bahan evaluasi terhadap sistem keselamatan transportasi laut. Menurutnya, informasi mengenai kondisi cuaca dan sistem peringatan bagi penumpang perlu menjadi perhatian.
“Kalau ombak sudah besar, seharusnya penumpang diberi tahu. Keselamatan penumpang harus lebih diutamakan. Sistem transportasi laut juga perlu dibenahi agar kejadian seperti ini tidak terulang,” ujarnya.
Faisal yang telah berkeluarga dan memiliki dua anak itu kini memilih untuk sementara waktu berkumpul bersama keluarganya di KBB. Ia mengaku membutuhkan waktu untuk menenangkan diri setelah mengalami musibah tersebut.
“Saya mau istirahat dulu untuk menenangkan diri. Untuk rencana bekerja lagi, nanti insyaallah berangkat lagi,” tandasnya. (Wit)
