Tingkat Kunjungan Perpustakaan Kota Cimahi Mulai Bangkit, Tembus 7.824 Pengunjung hingga Agustus 2026

Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari (Mong)
Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari (Mong)
0 Komentar

Fasilitas tersebut tidak diarahkan sebagai bioskop komersial, melainkan sebagai sarana pendukung pembelajaran dan kegiatan edukasi, terutama bagi kalangan pelajar.

“Bagaimana caranya layanan apa yang bisa dimunculkan agar masyarakat terdorong berkunjung ke perpustakaan,” ujar Dyah.

Menurutnya, pengembangan layanan tersebut mulai memberikan dampak terhadap aktivitas kunjungan. Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan telah mencapai 7.824 pengunjung.

Baca Juga:99 Mahasiswa Tasikmalaya Dapat Beasiswa Baznas, Bupati: Kelak Jadi Pemberi ManfaatBakar Sampah Berujung Petaka, Lahan di Lingkar Gentong Tasikmalaya Terbakar

“Alhamdulillah, dari bioskop mini ini sampai dengan bulan Agustus, angka kunjungan yang ada di kami berdasarkan data mengalami peningkatan yang signifikan,” terangnya.

Meski demikian, peningkatan jumlah kunjungan tidak hanya didorong oleh keberadaan bioskop mini. Disarpusda terus memperkuat sosialisasi dan mengembangkan berbagai layanan agar perpustakaan semakin dikenal serta diminati masyarakat.

Sasaran layanan juga diperluas, mulai dari kelompok belajar, TK, PAUD, SD hingga pelajar SMP, serta masyarakat umum.

“Sasarannya edukasi, tapi ini justru yang menjadi daya tarik masyarakat, khususnya di dunia pendidikan,” papar Dyah.

Program Library Funtastic juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Melalui program ini, pengunjung individu maupun kelompok, termasuk rombongan sekolah, dapat mengikuti tur perpustakaan sekaligus mendapatkan pendampingan untuk mengenal berbagai fasilitas dan layanan yang tersedia.

Pengunjung tidak hanya diajak melihat koleksi buku, tetapi juga diperkenalkan dengan berbagai fasilitas pendukung, termasuk bioskop mini sebagai bagian dari rangkaian kunjungan.

Disarpusda juga terus mengembangkan layanan di luar gedung melalui Perpustakaan Keliling (Pusling). Langkah tersebut dilakukan untuk memperluas jangkauan pelayanan sehingga masyarakat yang belum sempat datang langsung ke gedung perpustakaan tetap dapat memperoleh akses terhadap layanan dan bahan bacaan.

Baca Juga:Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di JatengDari Gugup Jadi Tambahan Tenaga, Orang Tua Jadi Mood Booster Nabil di DBL

“Ya, kita sampai dengan hari ini berupaya untuk memunculkan inovasi-inovasi baru. Sekarang sudah mulai dengan adanya Pusling atau perpustakaan keliling,” kata Dyah.

Selain pengembangan fasilitas, berbagai kegiatan juga terus digelar untuk menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan berkarya. Di antaranya workshop, diskusi buku, kegiatan kreatif anak, hingga kolaborasi dengan berbagai komunitas.

Dengan berbagai upaya tersebut, Perpustakaan Umum Kota Cimahi tidak hanya diposisikan sebagai tempat membaca atau meminjam buku, tetapi juga sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk belajar, mendapatkan pengalaman, berkreasi, dan mengikuti berbagai kegiatan edukatif.

0 Komentar