Tingkat Kunjungan Perpustakaan Kota Cimahi Mulai Bangkit, Tembus 7.824 Pengunjung hingga Agustus 2026

Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari (Mong)
Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jumlah kunjungan masyarakat ke Perpustakaan Umum Kota Cimahi mulai menunjukkan tren peningkatan. Setelah mengalami penurunan pada 2025 akibat perpindahan lokasi layanan, jumlah kunjungan sepanjang 2026 kembali bergerak positif.

Berdasarkan data Disarpusda Kota Cimahi, sepanjang 2024 tercatat sebanyak 9.428 kunjungan. Angka tersebut kemudian menurun menjadi 6.145 kunjungan pada 2025.

Memasuki 2026, kondisi mulai berbalik. Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan ke Perpustakaan Umum Kota Cimahi telah mencapai 7.824 pengunjung.

Baca Juga:99 Mahasiswa Tasikmalaya Dapat Beasiswa Baznas, Bupati: Kelak Jadi Pemberi ManfaatBakar Sampah Berujung Petaka, Lahan di Lingkar Gentong Tasikmalaya Terbakar

Kepala Disarpusda Kota Cimahi, Dyah Anjuni Lukitosari, mengatakan peningkatan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan untuk kembali mengenalkan perpustakaan kepada masyarakat, sekaligus meningkatkan kualitas dan variasi layanan.

“Ketika tahun 2024 jumlah pengunjung memang lumayan signifikan tinggi. Itu kan memang posisi pada saat itu perpustakaan masih di gedung lama yang aksesnya dekat dengan Pemkot Cimahi,” ujar Dyah kepada Jabar Ekspres di kantornya, Kamis (17/9/2026).

Menurut Dyah, perpindahan lokasi perpustakaan merupakan bagian dari penyesuaian terhadap kebijakan pembangunan Bundaran Jati. Gedung perpustakaan yang sebelumnya berada di kawasan Jalan Jati kemudian terdampak kebutuhan pelebaran jalan.

Perpustakaan Umum Kota Cimahi selanjutnya mulai menempati gedung baru di Jalan Pacinan No. 19 pada Maret 2025.

Perpindahan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena masyarakat perlu kembali mendapatkan informasi mengenai lokasi dan keberadaan layanan perpustakaan.

“Tepat pada tahun 2025 di bulan Maret, kita baru menempati tempat yang baru di Jalan Pacinan. Ini menjadi tantangan berat bagi perpustakaan karena harus mensosialisasikan dan berupaya bagaimana layanan-layanan di perpustakaan bisa terinformasikan kepada masyarakat,” tutur Dyah.

Ia mengatakan, sosialisasi menjadi salah satu langkah penting yang dilakukan Disarpusda setelah perpustakaan berpindah lokasi. Sebab, tidak seluruh masyarakat langsung mengetahui lokasi baru maupun berbagai layanan yang tersedia.

Baca Juga:Jaga Ketahanan Pangan, Ahmad Luthfi Perketat Perlindungan Lahan Sawah di JatengDari Gugup Jadi Tambahan Tenaga, Orang Tua Jadi Mood Booster Nabil di DBL

“Minimal upaya-upaya yang dilakukan oleh kami itu adalah sosialisasi dulu tempat yang baru. Tidak semua masyarakat tahu dengan perpustakaan,” katanya.

Selain sosialisasi, Disarpusda juga melakukan berbagai upaya peningkatan pelayanan dan menghadirkan inovasi agar masyarakat memiliki lebih banyak alasan untuk datang ke perpustakaan.

Salah satunya melalui layanan bioskop mini yang menjadi bagian dari pengembangan layanan edukasi di Perpustakaan Umum Kota Cimahi.

0 Komentar