Beralih ke ganda campuran, Muhammad Halim As Sidiq/Citra Murdiningrum Surono dari Universitas Negeri Jakarta menundukkan wakil Universitas Budi Luhur Jakarta, Khaddhaffy Allrhenandhy/Alya Ardelia dua set langsung, 15-13, 15-10.
Usai kategori individu yang bergulir 15 dan 16 September rampung, Campus League Badminton Regional Bandung berlanjut ke kategori beregu pada 17 dan 18 September.
Dave Leopold menyinggung penerapan sistem skor terbaru dari BWF, yakni 55 poin kumulatif dalam kompetisi beregu, diprediksi akan memberi keseruan dan peta persaingan sengit antar tim yang berlaga.
Baca Juga:Didukung Bold Riders, The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026 – Wingday Dimeriahkan Ratusan BikersMembawa Kehangatan Korean Home-Style Dining, 88 SEOUL Resmi Buka Gerai Pertama di Bandung
“Ini lebih menarik karena menang di set pertama dan kedua, tidak menjamin sebuah tim bisa unggul sampai akhir. Itu tergantung strategi pelatih dalam menempatkan pemain penentu. Kami juga ingin para pemain, perangkat pertandingan, dan yang terlibat turnamen ini lebih familier. Makin terbiasa tentu akan makin baik,” ujarnya.
Dalam Campus League Badminton Regional Bandung, Ibu Kota Jawa Barat diwakili student-athlete dari ITB, Politeknik Negeri Bandung, STIE STAN Indonesia Mandiri, Telkom University, Universitas Jenderal Achmad Yani, Universitas Komputer Indonesia, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Padjadjaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Widyatama, dan Universitas Katolik Parahyangan.
Jakarta diwakili Budi Luhur University, Institut Kesehatan Hermina, UNJ, Universitas Bhayangkara, Universitas Bina Nusantara, Universitas Esa Unggul, Universitas Pertamina, dan Universitas Trisakti. Tak ketinggalan, para student-athlete dari Universitas Gunadarma Depok, Universitas Ibn Khaldun Bogor, President University Bekasi, dan STKIP Pasundan Cimahi turut menyuguhkan performa terbaik mereka. (*)
