Agnia membenarkan seraya menyebut babak pertama lebih susah dijalani. “Di babak awal, kami membaca peta kekuatan lawan. Kami mengincar yang lemah, pastinya. Sementara kami bertiga harus lebih pintar menutupi kelemahan satu sama lain,” ucapnya.
“Kami melihat Tim Gunadarma kuat. Cuma ada teknik permainan kami yang mereka mungkin kurang suka. Misalnya, main satu-satu atau individual,” ulas Rangga.
Senada dengan Rangga, Deandra mengapresiasi performa Alya-Muhammad-Ardha yang memiliki tempo permainan cepat, kuat, sekaligus solid.
Baca Juga:Didukung Bold Riders, The 2nd Indonesian Royal Enfield Jamboree 2026 – Wingday Dimeriahkan Ratusan BikersMembawa Kehangatan Korean Home-Style Dining, 88 SEOUL Resmi Buka Gerai Pertama di Bandung
Beralih ke tunggal putri, Maria Veronica Ngadien Prawesti (Universitas Padjadjaran) menundukkan utusan Universitas Gunadarma, Alya Zafira, lewat dua set langsung, 15-9 dan 15-12.
Maria yang berstatus unggulan dua mengakui, tantangan terbesar ada di babak kedua lantaran Alya menempel ketat. Alya berkali-kali menyamakan kedudukan dari 2-2, 4-4, hingga 6-6. Berkali-kali pula ia membayangi Maria dengan selisih skor tipis 9-10, 10-11, lalu 12-13.
Dalam sesi jumpa pers, Maria membenarkan, babak kedua lebih menegangkan. “Babak kedua lebih struggling karena serangan saya banyak mati sendiri. Tegang juga sehingga kejar-kejaran skor dengan Alya Zafira terasa lebih ketat,” akunya.
Maria pun mengapresiasi penyelenggaraan Campus League. “Bagus, Campus League Badminton menjadi wadah bagi student-athlete di berbagai kota di Indonesia untuk menunjukkan bakat mereka,” cetusnya.
Sementara pada nomor tunggal putra, perjalanan Nopriansyah Adi Gunawan (Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi) cukup mulus. Pada babak semifinal, ia berhasil mengalahkan unggulan empat Triyugo Frediqke Sunandar Hidayat (Universitas Trisakti, Jakarta) 15-12, 15-9.
Melangkah ke partai final, performa Nopriansyah pun masih stabil dengan melibas unggulan tiga Muhammad Bagus Suyarto (Universitas Budi Luhur Jakarta), skor 15-12, 16-14.
Pada partai ganda putra, Gilang Pramunantio/Miftah Ilman Khatami (Universitas Trisakti Jakarta) dipaksa mengakui kedigdayaan Fajar Putra Setiawan/Ridho Ma’sum Firdaus (Universitas Komputer Indonesia) dengan poin akhir 10-15 dan 15-17.
Baca Juga:Alfamart dan Morinaga Chil*Go! Gelar Layanan Posyandu Gratis di Cimahi5 Fungsi Flow Meter dalam Sistem Kontrol Proses Industri
Menilik pertarungan ganda putri, Alya Ardelia/Shofi Aprilia Argyanti (Universitas Budi Luhur Jakarta) menjegal langkah Shafa Alya Ramadhani/Aura Zalfa Syafiya menuju podium tertinggi. Babak final pun berakhir dengan skor 15-13 dan 15-10 untuk kemenangan Alya-Shofi.
