Merajut Wisata Ramah Muslim dari Kampung Binong

BERSOLEK : Eka Rahmat Jaya menunjukkan beberapa penunjuk arah di Kampung Rajut Binong. (Hendrik/JE)
BERSOLEK : Eka Rahmat Jaya menunjukkan beberapa penunjuk arah di Kampung Rajut Binong. (Hendrik/JE)
0 Komentar

Iendra Sofyan menjelaskan, berbagai capaian itu jadi modal kuat namun pekerjaannya kini makin menantang. Prestasi itu tak berhenti sebagai penghargaan tapi bakal menjadi standar baru dalam pelayanan pariwisata Jawa Barat. Karena Wisata Ramah Muslim bukan sekedar destinasi yang punya masjid dan makanan halal, namun menyangkut pengalaman wisatawan yang nyaman secara keseluruhan.

Di 2026 ini, Pemprov punya misi sederhana tapi berat. Yaitu mempertahankan posisi terbaik sekaligus meningkatkan kualitas ekosistemnya.

Tahun ini, konsep Wisata Ramah Muslim akan diperluas menjadi standar di 27 Kota/Kabupaten. “2025 telah membuktikan bahwa Jawa Barat mampu jadi yang terbaik. 2026 ingin membuktikan bahwa kualitas tersebut dapat diterapkan secara lebih merata dan berkelanjutan,” tuturnya.

Baca Juga:MOD Arcade Bandung Buka 24 Jam dengan Fasilitas Gaming hingga RestoTower 30 Meter Roboh Saat Dibongkar, Satu Pekerja Tewas dan Satu Luka Parah

Layaknya kain rajut yang tak pernah terbentuk dari seutas benang, Wisata Ramah Muslim juga tak lahir hanya dari masjid dan label halal. Namun membutuhkan simpul-simpul yang saling mengikat. Mulai dari atraksi, kuliner, akomodasi, aksesibilitas dan masyarakatnya.

Pada akhirnya, identitas itu tidak diuji oleh banyaknya masjid atau penghargaan. Tapi diuji ketika wisatawan pulang dengan rasa nyaman, perajin dapat pesanan, UMKM dapat pelanggan dan homestay terisi.

Binong menunjukkan hal itu bisa dimulai dari hal sederhana. Yakni memberi ruang bagi wisatawan untuk beribadah tanpa meninggalkan pengalaman wisata.

Jika Jawa Barat ingin mempertahankan predikat itu maka tantangannya bukan sekedar menjadi yang terbaik. Namun memastikan rajutan itu semakin melebar, dari Binong menjangkau 27 kota/kabupaten dan benar-benar menghidupkan ekonomi warga di setiap simpulnya.(son)

INFO GRAFIS

EKOSISTEM KAMPUNG RAJUT BINONG• Ada sejak 1960-an• Dari 5 perajin, sekarang (2025) tercatat 310 perajin• Produksi 4.500 lusin per bulan• 13 UMKM Kuliner bersertifikat halal• 19 Masjid dengan 2 Masjid besar• Dilengkapi fasilitas homestay, toilet disabilitas, parkir• Pengunjung : 2022 (1.058), 2023 (669), 2024 (1420), 2025 Januari-Oktober (1333)

EKOSISTEM WISATA RAMAH MUSLIM JAWA BARAT• 1.741 daya tarik wisata (wisata alam, buatan dan budaya)• 2.827.623 produk bersertifikat halal• 329 restoran bersertifikat halal khusus• 289.524 tempat makan bersertifikat halal• 21 hotel dengan dapur bersertifikat halal

TREN KUNJUNGAN WISATAWAN KE JAWA BARAT• Wisnus 2024 : 167,40 juta perjalanan • Wisnus 2025 : 211,76 juta perjalanan• Wisnus 2026 (Januari sd Juli) :130,98 juta perjalanan• Wisman 2024 setidaknya ada 300 ribu wisatawan muslim

0 Komentar