Eka menceritakan, Kampung Rajut itu sudah berdiri sejak 1960-an. Bermula dari segelintir perajut yang kemudian terus berkembang. Sampai saat ini setidaknya ada 310 perajin yang terdata resmi.
Dulu para perajin hanya fokus untuk memproduksi rajut dan kemudian menjualnya. Mulai dari sweater, jaket, syal maupun topi. Namun kini para perajin juga sudah kompak untuk siap menjadi mentor bagi wisatawan yang datang.
Siapapun wisatawan yang datang akan disambut hangat. Termasuk memberi kesempatan luas bagi wisatawan yang ingin mencoba untuk merajut. Namun sisi lainya, para perajin juga menyiapkan beberapa produk siap beli yang cocok untuk buah tangan. Produk rajut dikembangkan tak hanya pakaian tapi juga beberapa kerajinan ramah kantong. “Jadi ada segmen baru (para wisatawan.red). Atau setidaknya produk akan makin dikenal luas,” katanya.
Baca Juga:MOD Arcade Bandung Buka 24 Jam dengan Fasilitas Gaming hingga RestoTower 30 Meter Roboh Saat Dibongkar, Satu Pekerja Tewas dan Satu Luka Parah
Pria yang juga perajin generasi ketiga itu melanjutkan, wisatawan yang berkunjung ke Kampung Rajut juga tidak sedikit walaupun memang tren masih belum stabil. Mereka ada dari kalangan pelajar, mahasiswa, rombongan PKK, hingga rombongan pengajian. Termasuk wisatawan mancanegara juga tidak sedikit yang berkunjung. (Data lengkap di info grafis) “Ada sekali datang 400 orang. Seperti awal tahun lalu,” terangnya.
Kehadiran wisatawan itu tak hanya berdampak pada perajin tapi juga masyarakat sekitar. Misalnya bagi UMKM seperti Mie Kocok Ibu Lilis dan beberapa UMKM lain. Selain belanja rajut, wisatawan juga belanja aneka kuliner warga.
Bahkan, Kampung Rajut juga telah menyediakan paket wisata. Paket trip edukasi dikombinasikan dengan makan siang dan welcome drink dari para UMKM. Termasuk ada paket dengan homestay. “Misal seperti rombongan 400 orang tadi. Sudah pasti omset besar itu bagi UMKM,” terangnya.
Saat ini konsep Wisata Ramah Muslim juga terus dikembangkan di Kampung Rajut. Label itu sebenarnya bukan hanya identitas. Tapi juga semangat perbaikan layanan bagi kampung wisata. “Tentu ini angin segar. Kami terus berbenah untuk memberikan layanan terbaik bagi wisatawan muslim. Mereka (wisatawan.red) juga makin senang dan nyaman saat berkunjung ke kami,” tuturnya.
