Modal Kuat Wisata Ramah Muslim Jawa Barat
Kampung Rajut Binong baru salah satu ikon wisata ramah muslim di Jawa Barat. Provinsi yang dipimpin Gubernur Dedi Mulyadi ini juga terus bersolek untuk menguatkan identitas tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat Iendra Sofyan menuturkan, Jawa Barat punya segudang potensi untuk memantapkan diri sebagai Provinsi dengan identitas Wisata Ramah Muslim. Pertama bisa dilihat dari pasar domestik yang besar.
Jawa Barat dihuni lebih dari 50 juta jiwa dan mayoritas adalah muslim. “Ini pasar domestik yang nyata bukan sekedar konsep,” terangnya, Senin (14/9).
Baca Juga:MOD Arcade Bandung Buka 24 Jam dengan Fasilitas Gaming hingga RestoTower 30 Meter Roboh Saat Dibongkar, Satu Pekerja Tewas dan Satu Luka Parah
Selain penduduk Jawa Barat, segmen wisatawan domestik juga bisa dari berbagai daerah di Indonesia. Data menunjukan, sejauh ini tren perjalanan wisatawan nusantara ke Jawa Barat juga bergerak positif. Misalnya pada 2025 ada 211,76 juta perjalanan. Angka itu naik jika dibandingkan 2024 yang hanya di 167,40 juta perjalanan.
Termasuk pada Januari-Juli 2026 ini juga menunjukkan tren positif. Tercatat ada 130,98 juta perjalanan. Itu naik jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2025 yang hanya 124,86 juta perjalanan. Selain itu geliat wisatawan mancanegara juga positif. Setidaknya pada 2024 ada 300 ribu wisatawan muslim mancanegara ke Jawa Barat.
Berikutnya, Jawa Barat memiliki 1.741 daya tarik wisata. Itu mulai dari wisata alam, buatan maupun budaya. Ditambah dengan ekosistem halal yang semakin kuat.
Di antaranya, ada 2,82 juta produk bersertifikat halal. Lalu 329 restoran dan 289 ribu tempat makan yang bersertifikat halal. Kemudian 21 hotel dengan dapur yang tersertifikasi halal. “Ini akan makin memanjakan wisatawan muslim,” jelasnya.
Selain itu, Jawa Barat juga didukung dengan sejumlah infrastruktur yang mendukung sektor pariwisata. Mulai dari jaringan jalan tol, kereta cepat, hingga bandara internasional maupun domestik. “Ini sangat mendukung sisi aksesibilitas,” bebernya.
Identitas Jawa Barat sebagai Wisata Ramah Muslim tak hanya dalam konsep. Hal itu telah dibuktikan dengan beberapa capaian. Di antaranya, Peringkat pertama Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2025. Lalu penghargaan tertinggi pada Anugerah Adinata Syariah 2025. Serta penghargaan Most Promising Muslim-Friendly Region of The Year pada ajang Halal In Travel Awards 2026.
