“Jujur, waktu awal basket itu aku nggak tertarik. Menurutku semua olahraga itu bikin aku capek hahahaha,” ceritanya.
Ketertarikannya mulai tumbuh ketika ia beberapa kali mengikuti orang tuanya bermain basket. Dari awalnya hanya ikut-ikutan, Neymi perlahan menemukan kenyamanan di olahraga tersebut.
“Ada beberapa momen aku coba buat main basket karena ikut orang tua aku main kan. Dari situ lama-lama kok aku tertarik dan makin nyaman,” tambahnya.
Baca Juga:Vokalis Emka 9 Kanaya Whu Berpulang, Gubernur KDM Langsung Meluncur ke TasikmalayaTasik Jadi Kabupaten Pramuka, Bupati Cecep: Jangan Cuma Gagah di Seragam
Seiring waktu, basket tidak lagi dianggap Neymi sebagai sekadar aktivitas olahraga.
Menurutnya, banyak pengalaman yang ia dapatkan selama menjalani proses tersebut, termasuk belajar menjadi pribadi yang lebih baik dan memperluas pertemanan.
“Sekarang aku melihat basket bukan cuman olahraga sih. Itu yang mengajarkan aku untuk berproses menjadi pribadi yang lebih baik. Dapat banyak teman baru juga,” terangnya.
Menjalani kehidupan sebagai atlet sekaligus pelajar juga menjadi tantangan tersendiri. Neymi harus beradaptasi dengan jadwal latihan yang padat, sembari tetap memenuhi kewajibannya di sekolah.
Memasuki jenjang SMA, ia merasakan perubahan yang cukup signifikan. Waktu antara latihan dan kegiatan akademik harus diatur dengan baik agar keduanya tetap berjalan beriringan.
“Wah, waktu masuk SMA sih itu padat banget. Habis latihan harus pulang langsung buat ngerjain tugas. Bela-belain sampai begadang biar nggak tertinggal pelajarannya,” kenangnya.
Meski tidak selalu mudah, Neymi tetap menjalani peran sebagai student athlete dengan penuh tanggung jawab. Baginya, berbagai kesulitan yang dihadapi selama menjalani aktivitas sebagai atlet dan pelajar justru menjadi bekal tambahan untuk masa depan.
Baca Juga:APBD Perubahan Tasik Disepakati, Tambahan Fiskal Didorong ke Infrastruktur PublikTrinitas Bandung Targetkan Final DBL West Java-East, Perbaiki Titik Lemah Musim Lalu
“Walaupun susah tetap aku jalani hehehehe. Ini kan juga menambah soft skill aku juga buat kehidupan mendatang, Kak,” tandasnya.
Kemenangan atas SMA Trimulia Bandung membawa tim putri Trinitas ke pertandingan berikutnya. Mereka akan menghadapi pemenang dari laga SMA BPK Penabur Cirebon kontra SMAN 1 Bandung.
Bagi Neymi, perjalanan terakhirnya di DBL West Java-East baru saja dimulai. Dari seorang anak yang dahulu enggan berolahraga, kini ia memiliki mimpi untuk membawa Trinitas melangkah sejauh mungkin di panggung DBL.
