Meskipun Jawa Barat pada 2025 masuk dalam lima besar pusat peredaran narkoba di Indonesia, Sulistyo masih bersyukur. “Penggunaan di Jawa Barat lebih banyak pada obat-obatan keras ilegal, sekitar 44 persen. Di tempat lain, yang ramai justru sabu,” jelasnya.
Melalui lomba kawih Sinom ini, BNNP Jabar berupaya memperkuat peran seni dan budaya sebagai media edukasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Harapannya, pesan anti narkoba semakin kuat tertanam di tengah masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Utama (Sestama) BNN RI Irjen Pol. Tantan Sulistyana mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pencegahan narkotika dan lainnya, khususnya bagi kelompok umur 15 hingga 24 tahun. Ia mengakui, penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang lainnya di kalangan generasi muda naik sekitar 2,53 persen dari sebelumnya sekitar 1,8 persen.
Baca Juga:Hapelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Berikan Literasi Kepada PesertaBOSS Cabaret Festival 2026: Bukan Sekadar Kompetisi, Ruang Anak Muda Berproses
“Sebanyak 4,1 juta jiwa itu seluruhnya, ya. Dari semua kelompok usia, rentang usia 15 sampai 64 tahun. Untuk usia 15 sampai 24 tahun naik sekitar 2,53.persen, dari sebelumnya 1,8 persen,” kata Tantan, di sela-sela acara Pasanggiri Kawih Sinom BNN Provinsi Jawa Barat di Gedung Pusat Budaya Jawa Barat, Senin 14 September 2026.
Dia menjelaskan, saat ini banyak pergeseran modus operandi kejahatan narkotika. Sasaran utama menurut Tantan, adalah generasi muda pengguna rokok elektrik (Vape).
Ia mencontohkan seperti kasus yang terungkap di wilayah Sidoarjo, ganja daun kuncup yang diekstrak menjadi cairan. Kemudian penyelundupan ketamin yang diekstrak mencair, serta penyelundupan etomidate cair.
“Karena sekarang anak muda kan banyak menggunakan rokok elektrik, ya, di tempat-tempat kafe dan sebagainya. Kita tidak bisa memantau, misalkan, yang bisa membedakan mereka menggunakan vape murni dengan diisi narkotika, bisa bedakan enggak? Karena kan ada varian rasa, ter-cover oleh varian rasa,” ungkapnya.
Ia juga meminta seluruh elemen turut melakukan pengawasan bersama-sama dengan modus baru penyalahgunaan narkotika tersebut.”Jangan sampai pergeseran modus operandi, pergeseran jenis narkotika baru, tidak kita antisipasi secara maksimal,” tegas dia.
Tatan berharap, dengan kegiatan seperti Pasanggiri Agung Kawih Sinom BNN Provinsi Jawa Barat, dapat membangun ketahanan generasi muda terhadap godaan narkotika dan obat terlarang lainnya. “Kita harapkan anak remaja ini bisa berkreasi, menyampaikan pesan-pesan positif bahwa narkoba ini sangat berbahaya,” harapnya. (bbs)
