JABAR EKSPRES – Status juara bertahan membuat perjalanan SMAN 2 Bandung di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 West Java-East semakin menantang. Bukan hanya berusaha mempertahankan trofi, Charets julukan SMAN 2 Bandung juga harus mengandalkan banyak wajah baru pada musim ini.
Komposisi skuad yang berbeda menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi Charets. Sejumlah pemain yang belum pernah tampil di DBL akan menjadi bagian dari perjuangan mereka di Bandung Arena.
Marshall Farez, salah satu pemain Charets, menyebut membangun chemistry menjadi salah satu fokus utama tim menjelang kompetisi.
Baca Juga:Bukan Sekadar Bisa Pakai AI, Pelajar Tasikmalaya Diingatkan Jangan Sampai Kehilangan Nalar322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlindungan Sosial Digital
“Kita banyak player yang baru main perdana di DBL tahun ini. Menurutku benar-benar chemistry-nya harus kita banyakin dan bangun sih,” ujar Marshall.
Musim ini, terdapat dua pemain kelas 10 yang masuk ke dalam roster Charets. Selain itu, beberapa pemain lainnya juga merupakan wajah baru yang belum pernah memperkuat Charets dalam ajang DBL.
“Ada setengahnya itu bakalan baru main di DBL nanti, Kak. Jadinya ini harus kita matangkan betul biar bisa mempertahankan juara,” tuturnya.
Kondisi tersebut membuat persiapan Charets tak hanya berfokus pada kemampuan teknis. Mereka juga rutin menghabiskan waktu bersama di luar lapangan demi membangun kedekatan antarpemain.
Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah nongkrong bersama. Kawasan Gempol menjadi salah satu tempat pilihan mereka, termasuk Toko Marantika yang kerap dijadikan lokasi berkumpul.
“Biasanya kita nongkrong di daerah Gempol, nama tempatnya Marantika. Tempatnya enak terus enak dan adem juga hahahaha,” cerita Marshall.
Bagi Charets, kebersamaan tersebut bukan sekadar mengisi waktu luang. Mereka berusaha menjaga komunikasi dan kedekatan agar chemistry yang terbentuk di luar lapangan bisa terbawa ketika pertandingan berlangsung.
Baca Juga:Groundbreaking pada Desember 2026, Proyek PSEL Semarang Raya Targetkan Olah 1.000 Ton Sampah Jadi ListrikBupati Cecep Harapkan BKPRMI Ikut Bentuk Masa Depan Pemuda Tasikmalaya
“Intinya itu kita harus sering ketemu biar saling nyatu. Kalau lagi libur ya kita tetap ada ketemu kayak nongkrong atau aktivitas olahraga bareng gitu,” jelasnya.
Selain membangun kekompakan, Charets juga memanfaatkan sejumlah laga uji coba dan turnamen sebagai sarana mengukur kesiapan tim. Dari pertandingan tersebut, mereka bisa mengetahui aspek permainan yang masih perlu diperbaiki sebelum kompetisi dimulai.
