JABAR EKSPRES – Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Mulai dari mencari bahan tugas, membuat tulisan, hingga menghasilkan gambar dan berbagai karya hanya dalam hitungan detik.
Namun, kemudahan tersebut justru menyisakan satu persoalan penting: jangan sampai teknologi membuat pelajar berhenti berpikir.
Kekhawatiran itulah yang menjadi perhatian Polres Tasikmalaya. Melalui kegiatan Sosialisasi Training of Trainer (TOT) Paham AI di SMKN 1 Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, kepolisian mengajak para siswa memahami AI bukan hanya sebagai teknologi yang harus dikuasai, tetapi juga sebagai alat yang harus digunakan secara bijak.
Baca Juga:322 Ribu KK di Jateng Masuk Sistem Perlindungan Sosial DigitalGroundbreaking pada Desember 2026, Proyek PSEL Semarang Raya Targetkan Olah 1.000 Ton Sampah Jadi Listrik
Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi melalui Kasi Humas Polres Tasikmalaya Aipda Triana Anggasari mengatakan, pemahaman mengenai AI menjadi bagian penting dari literasi digital generasi muda.
“Edukasi ini diberikan agar para siswa tidak hanya mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga memiliki pemahaman untuk menggunakan AI secara cerdas, aman, etis, dan bertanggung jawab,” ujar Triana, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, AI memiliki manfaat besar jika dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran dan mengembangkan kreativitas. Tetapi di sisi lain, penggunaan tanpa kontrol dapat menimbulkan persoalan, mulai dari ketergantungan, penyebaran informasi keliru, hingga penyalahgunaan data pribadi.
Karena itu, para pelajar didorong untuk tidak menjadikan AI sebagai jalan pintas dalam menyelesaikan seluruh persoalan akademik.
AI boleh membantu mencari ide dan membuka wawasan, tetapi proses memahami, menganalisis, memeriksa kebenaran informasi, hingga mengambil kesimpulan tetap harus dilakukan oleh manusia.
“Jangan sampai kemudahan teknologi justru membuat kemampuan berpikir kritis menjadi berkurang,” menjadi semangat utama edukasi tersebut.
Polres Tasikmalaya juga menekankan pentingnya menjaga keamanan data pribadi serta menghormati hak cipta ketika memanfaatkan berbagai platform berbasis AI.
Baca Juga:Bupati Cecep Harapkan BKPRMI Ikut Bentuk Masa Depan Pemuda TasikmalayaKemarau Masih Terjadi, Polres Tasikmalaya Gelontorkan 5.000 Liter Air untuk Warga Kebon Kalapa
Bagi kepolisian, tantangan keamanan di era digital tidak selalu berbentuk kejahatan yang terlihat secara langsung. Ruang digital juga membutuhkan perhatian, terutama karena pelajar menjadi salah satu kelompok yang paling intens berinteraksi dengan teknologi.
Sosialisasi di SMKN 1 Puspahiang pun menjadi bagian dari upaya preventif Polres Tasikmalaya dalam membangun generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyaring, menilai dan mempertanggungjawabkan informasi yang mereka gunakan.
