JABAR EKSPERS – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menunjukkan fundamental yang solid dan pertumbuhan bisnis yang sehat hingga Triwulan II 2026. Kinerja tersebut menjadi fondasi bagi Perseroan untuk terus menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi pemegang saham, sekaligus menjaga kapasitas permodalan yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan.
Hingga akhir Triwulan II 2026, BRI secara konsolidasian membukukan laba bersih sebesar Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang mencapai 16,2% yoy, disertai perbaikan kualitas aset yang tercermin dari penurunan NPL dari 3,0% menjadi 2,9%.
Di sisi permodalan, BRI juga mempertahankan CAR pada level 21,5%, berada di atas target jangka panjang perseroan sebesar minimal 20%, sehingga tetap memberikan ruang yang memadai untuk mendukung pertumbuhan bisnis ke depan. Kinerja ini mencerminkan kemampuan BRI untuk terus mendorong pertumbuhan bisnis dengan tetap menjaga kualitas aset dan permodalan secara disiplin.
Baca Juga:Peserta ini Rasakan Manfaat Besar JKN Saat Kondisi DaruratUbah Segmen Kepesertaan, Juni Tetap Rasakan Manfaat Nyata Program JKN
Direktur Finance & Strategy BRI Achmad Royadi mengungkapkan bahwa kinerja tersebut menjadi modal penting bagi BRI untuk menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai bagi pemegang saham dan kebutuhan pengembangan bisnis dalam jangka panjang.
“BRI senantiasa berkomitmen untuk menciptakan nilai yang optimal dan berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham. Terkait dividend payout ratio, kebijakan dividen Perseroan ditetapkan dengan mempertimbangkan berbagai faktor secara komprehensif, termasuk kinerja keuangan, tingkat permodalan, kebutuhan pengembangan bisnis, kondisi perekonomian, serta keputusan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham,” ujar Achmad.
Menurutnya, kemampuan BRI dalam menciptakan shareholder value tetap ditopang oleh fundamental Perseroan yang semakin kuat. Pertumbuhan laba yang disertai ekspansi kredit dan perbaikan kualitas aset memberikan ruang bagi BRI untuk menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan mempertahankan kapasitas
permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Peningkatan modal yang utamanya dari laba memperkuat kapasitas BRI untuk menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan.
“Yang terpenting, kemampuan BRI dalam menciptakan shareholder value tetap ditopang fundamental yang semakin kuat. Kondisi tersebut memberikan ruang yang memadai bagi BRI untuk menjaga keseimbangan antara memberikan imbal hasil yang optimal kepada pemegang saham dan mempertahankan kapasitas permodalan untuk mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan,” lanjut Achmad.
