Baginya, digitalisasi Pilkades harus dibarengi dengan jaminan terhadap validitas data pemilih dan keamanan sistem. Infrastruktur jaringan juga perlu dipastikan mampu mendukung seluruh tahapan pemilihan, terutama di wilayah desa yang memiliki keterbatasan akses teknologi dan jaringan internet.
“Jangan sampai inovasi itu justru menimbulkan persoalan baru,” katanya.
Rahmat berharap pelaksanaan Pilkades bisa berjalan lancar. Selain itu ia juga mengingatkan aspek netralitas. Terutama para ASN yang bakal terlibat dalam pesta demokrasi tingkat desa itu. (son)
